Pesisir Selatan butuh Rp8 miliar bangun pasar ternak

id Pasar Ternak,Pasar Ternak Pesisir Selatan

Pesisir Selatan butuh Rp8 miliar bangun pasar ternak

Pasar Ternak. (ANTARA SUMBAR/Tri Asmaini)

Painan, (Antaranews Sumbar) - Pejabat Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat menyebutkan dibutuhkan paling sedikit Rp8 miliar untuk menuntaskan pembangunan pasar ternak di Nagari (Desa Adat) Bukit Buai Tapan, Kecamatan Basa IV Balai Tapan, daerah itu.

"Rp8 miliar itu dibutuhkan untuk membangun gedung, los pasar, papan informasi harga, areal hijauan pakan ternak, kantin, mushala, toilet dan lainnya," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat, Hazrita di Painan, Rabu.

Kebutuhan itu tambahnya, telah dibuat dalam bentuk proposal yang ditujukan ke pemerintah pusat dan jika disetujui akan dikucurkan pada 2020.

Pihaknya optimistis proposal itu akan dikabulkan karena berbagai hal telah disiapkan seperti menyiapkan dokumen UKL/UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup/Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup), kelayakan usaha dan Detail Engineering Design (DED) atau Proyek Perencanaan Fisik.

Berikutnya pada 2019, mengalokasikan anggaran Rp800 juta yang bersumber dari APBD setempat untuk melaksanakan pengelolahan areal.

"Jadi proposal yang kami buat sudah disiapkan dengan matang dan kami optimis bakal disetujui," katanya lagi.

Pasar ternak di Bukit Buai sesuai rencana dioperasikan dengan sistem terbuka sehingga tidak hanya akan diramaikan oleh pedagang dalam kabupaten namun juga lintas provinsi.

Dengan situasi itu diharapkan harga jual ternak di daerah setempat menjadi lebih tinggi karena adanya persaingan harga antarpedagang.

Pasar ternak di Bukit Buai dibangun diatas lahan 1,2 hektare yang didapat dari hibah masyarakat setempat, dari lahan itu akan didirikan bangunan pasar seluas 900 meter persegi dan di lahan sisanya akan dibangun sarana dan prasarana pendukung.

Dengan selesainya pembangunan pasar ternak ini maka Pesisir Selatan akan memiliki dua pasar ternak yang satunya berada di Koto Rawang, Kecamatan Lengayang. (*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.