Wartawati Radar Sampit yang diduga korban tsunami ditemukan selamat

id Gempa Palu

Wartawati Radar Sampit yang diduga korban tsunami ditemukan selamat

(ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pd/18)

Sampit, Kalteng, (Antaranews Sumbar) -Desy Wulandari, wartawati asal Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, yang sempat diduga ikut menjadi korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, sudah ditemukan dalam keadaan selamat.

"Alhamdulillah Desy sudah bisa dikontak. Dia baik-baik saja. Saya sudah bicara dengan Desy. Desy juga sudah menghubungi orangtuanya," kata General Manager Radar Sampit, Siti Fauziah di Sampit, Minggu.

Desy yang merupakan salah satu wartawati senior Radar Sampit itu sedang cuti berlibur di Palu saat daerah itu dilanda gempa dahsyat berkekuatan 7,7 SR kemudian disusul tsunami yang menyapu sebagian wilayah dan menimbulkan banyak korbab jiwa pada Jumat (28/9).

Saat gempa terjadi, Desy sempat mengirim pesan singkat kepada rekannya sesama wartawati di Sampit, Maya Selviani. Saat itu Desy mengabarkan bahwa sedang terjadi gempa sehingga dia meminta Maya memesankannya tiket pesawat secara online untuk segera keluar dari Palu pada besok harinya.

Namun diduga karena gangguan signal telepon selular, pesan singkat yang dikirim Desy baru diterima Maya pada Sabtu pagi. Saat coba dihubungi, nomor telepon tersebut sudah tidak aktif lagi.

Kondisi itulah yang membuat pihak keluarga, perusahaan tempat Desy bekerja, rekan sesama wartawan dan pihak lainnya cemas. Semua berusaha mencari informasi keberadaan Desy melalui kolega masing-masing yang sedang berada di lokasi kejadian.

Kecemasan mulai berkurang ketika hasil pelacakan menunjukkan nomor telepon yang digunakan Desy sempat aktif beberapa kali. Minggu dini hari, Desy akhirnya bisa dihubungi dan diketahui kondisinya dalam keadaan baik.

"Saya menyampaikan terima kasih untuk semua atensi, bantuan dan doa semua pihak. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih," kata Fauziah.

Sementara itu, saat ini Desy sedang berusaha pulang ke Sampit. Dia masih terkendala karena penerbangan keluar dari belum lancar, namun diharapkan segera kembali normal. (*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.