Investor Korea tertarik bangun PLTS di Padang Pariaman, segera kirim tim teknis (Video)

id investasi PLTS

Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni (kiri) memaparkan sejumlah pembangunan dan program kemudahan investasi di daerah itu kepada investor yang akan membangun pembangkit listrik tenaga surya, di Parit Malintang, Kamis (2/8). (ANTARA SUMBAR/ Aadiaat M. S)

Kami melihat Padang Pariaman memiliki keunggulan karena mendapat cahaya yang melimpah dari matahari
Parit Malintang, (Antaranews Sumbar) - Sejumlah insvestor yang tergabung dalam konsorsium menjajaki peluang investasi pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

"Kami melihat Padang Pariaman memiliki keunggulan karena mendapat cahaya yang melimpah dari matahari," kata CK E and Solusion asal Korea Selatan, Daehyun Jin di Parit Malintang, Kamis.

Ia mengatakan setelah penjajakan tersebut pihaknya akan membawa tim teknis untuk melihat potensi dan mengembangkan PLTS di Padang Pariaman.

Penjajakan tersebut merupakan lanjutan dari pengembangan PLTS di Palu.

Selain berencana untuk berinvestasi pihaknya juga menawarkan tenaga hybride untuk menciptakan kota pintar.

"Ini sangat cocok untuk kota pintar karena tidak menghasilkan polusi," katanya.

Pihaknya pun berharap Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman membantunya dalam proses pembangunan PLTS tersebut.

Brisbane Capital Inrestment asal Australia, Mohammad Rusyidi mengatakan dengan menerapkan PLTS tersebut maka dapat menekan pembiayaan listrik per bulannya hingga 30 persen.

Pihaknya juga mengajak Pemkab Padang Pariaman untuk ikut menjadi bagian dari konsorsium pada pembangunan PLTS tersebut.

Sementara itu, Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni menyatakan pihaknya menyambut baik adanya rencana investasi PLTS tersebut.

"Apalagi masih ada wilayah yang belum terjangkau listrik dan kami juga mengembangkan kawasan terpadu Tarok yang tentu membutuhkan tenaga listrik yang besar," kata dia.

Ia mengatakan dengan adanya investasi tersebut maka dapat membantu pemerintah daerah dalam menyediakan listrik baik untuk masyarakat maupun untuk kawasan terpadu Tarok.

Ia menyatakan pihaknya beberapa tahun terakhir telah mempemudah investasi di daerah itu dengan membuat sejumlah program di antaranya pelayanan antar jemput perizinan dan proses pelayanan perizinan beberapa menit.

"Hal ini juga dorongan dari presiden untuk mempermudah perizinan dan kami pun menerapkannya," ujar dia. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar