HPN momen mengenal karya dan perupa sumbar kaliber nasional

id #HPN #pameran senirupa

HPN momen mengenal karya dan perupa sumbar kaliber nasional

Pembukaan pameran senirupa (ist)

Pameran ini merupakan kearifan lokal dan memberikan pesan budaya Ranah Minang sebagai kebanggaan dan jati diri masyarakat kita

Padang, (Antaranews Sumbar) - Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Sumatera Barat tidak saja menjadi hari besar untuk insan pers di Indonesia, tetapi masyarakat dari berbagai latar belakang juga merasakan auranya, termasuk seniman dan budayawan.

Hal itu wajar saja terjadi karena Gubernur Sumbar Irwan Prayitno sejak awal memang telah memerintahkan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di daerah itu untuk merancang kegiatan dengan jaringan masing-masing guna memeriahkan HPN.

Perintah itu tentu diterjemahkan melalui kegiatan pendukung yang beragam oleh masing-masing OPD, sesuai dengan kewenangannya.

Dinas Kebudayaan Sumbar menterjemahkannya dengan berbagai kegiatan melibatkan seniman dan budayawan salah satunya menggelar Pameran Seni Rupa Industri Kreatif di Taman Budaya Padang 1-17 Februari 2018.

Sebanyak 42 karya seni rupa yang dihasilkan seniman Sumbar dipamerkan dalam rangkaian peringatan HPN yang dibuka langsung oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bersama Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid, di Padang, Kamis.

"Pameran ini merupakan kearifan lokal dan memberikan pesan budaya Ranah Minang sebagai kebanggaan dan jati diri masyarakat kita," ujarnya saat membuka pameran.

Ia juga mengapresiasi seniman perupa, kurator dan pematung nasional Yusman yang ikut memberikan karyanya di pameran ini. Seniman Minang yang bermukim di Yogyakarta ini, karyanya telah diakui secara nasional dan internasional.

Menurutnya Sumbar dengan budaya memiliki kekayaan budaya tidak terhingga yang perlu digali kembali untuk melestarikan dan memajukannya sebagai jati diri peradaban masyarakat Minang.

"Kita ingin budaya, adat-istiadat sebagai jati diri masyarakat tetap terjaga bahkan dikembangkan. Karena itu secara bertahap kita membantu pengadaan fasilitas seperti Gedung Kebudayaan di Jalan Samudera, Padang. Nantinya ini jadi rumah seniman dan budayawan Sumbar," kata Irwan.

Gubernur menyatakan saat dari hasil pencarian pakai bundo kanduang khas budaya minang yang diketahui ada lebih 600 macam. Dan saat ini sedang kumpulkan dalam bentuk buku.

Kemudian diketahui juga ratusan jurus silat khas minanh yang hampir punah hilang karena tokoh-tokoh silatnya sudah banyak yang tiada.

Gerakan jurus jurus silat ini akan kita dokumentasikan secara gerak divideokan dan di bukukan agar bisa pula menjadi pelajaran bai generasi masa datang.

Kemudian budaya berpantun yang khas minang yang sebenarnya. Ragam seni budaya yang ada ditengah-tengah masyarakat minang ini tentu menjadi kekayaan inteltual yang hebat sekaligus sebagai potensi budaya Sumbar.

"Kesemua itu perlu kita gali kembali untuk melestarikan dan memajukan budaya ranah minang sebagai jatidiri peradabaan masyarakat minang," ujar Irwan.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid juga sangat mengapresiasi karya-karya yang dipamerkan.

Ia menilai Sumbar merupakan daerah yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan seni rupa, karena banyak seniman besar yang lahir dari daerah ini.

Untuk itu, katanya, diperlukan upaya bersama untuk memajukan dan mengenalkan potensi itu secara luas, terutama dari pelaku seni sendiri.

Ia mengatakan pemerintah juga terus melakukan upaya untuk memajukan seni serta kebudayaan tersebut secara nasional

Sementara kurator pameran, Murhayadi mengatakan kegiatan itu bertujuan untuk memperkenalkan karya-karya dari seniman Sumbar.

Sebanyak 42 karya seni rupa yang dipamerkan, terdiri dari karya lukis, batik, patung, dan lainnya.Ia menyampaikan beberapa dari karya tersebut adalah karya yang sudah menasional.

Pameran itu juga mendapatkan respon positif dari perupa muda yang tergabung dalam komunitas Rumah Ada Seni (RAS) Padang.

"Pamerannya menarik, baik dari jenis karya serta jumlah karya yang cukup banyak. Sepain itu kami melihat dukungan pemerintah untuk kesenian mulai terlihat, itu pertanda baik," kata Ketua RAS, Yusuf Fadli Aser.

Ketua PWI Sumbar Heranof dalam kesempatan itu juga menyampaikan rasa bangga dan mengapresiasi pameran ini sebagai satu jiwa yang kuat antara wartawan dan seniman serta budayawan.

Dan pelaksanaan pameran hari ini merupakan tendangan pertama dimulai penyelenggaraan Hari Pers Nasional tahun 2018 di Sumatera Barat, dengan tema "meminang keindahan di Padang kesejahteraan, ungkap Heranof bersemangat.

Pameran tersebut dilangsungkan delapan hari beruturut-turut yaitu 1 hingga 9 Februari. Selain seni rupa, di tempat yang sama yaitu Taman Budaya Sumbar juga digelar pameran kebudayaan.

Ratusan pengunjung yang datang pada haru pembukaan, tampak sangat antusias menyaksikan karya-karya yang tersaji.

Diharapkan pameran itu akan dikunjungi oleh ribuan masyarakat hingga ditutup pada 17 Febriari 2018. ***

Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.