Jual BBM oplosan tiga pelaku diringkus polisi

id ditangkap polisi

Diringkus Polisi (Ilustrasi)

Para pelaku penjual BBM palsu itu diringkus pada tiga tempat terpisah, Senin (22/1)ditangka
Lhokseumawe, Aceh, (Antaranews Sumbar) - Karena menjual bahan bakar minyak (BBM) oplosan, tiga orang pelaku diringkus personil Satreskrim Polres Lhokseumawe, Provinsi Aceh.

Para pelaku penjual BBM palsu itu diringkus pada tiga tempat terpisah, Senin (22/1), kata Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman melalui Kasatreskrim AKP Budi Nasuha Waruwu di Lhokseumawe, Selasa.

Ia menambahkan tim gabungan unit V Resmob dan unit Idik III Tipidter yang dipimpinnya langsung melakukan penangkapan di tiga lokasi, yakni Desa Kampung Jawa Baru, dengan penjual yang berinisial UN (58).

Kemudian, di Jalan Listrik yang berinisial TS (48) dan seorang lagi penjual BBM palsu adalah seorang ibu rumah tangga yang berinisial HA (49), yang berlokasi di Desa Hagu Barat Laot.

"Pengungkapan kasus tindak pidana pemalsuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54 Jo Pasal 55 UU RI No.22/2001 tentang Migas. Dalam pengungkapan kasus ini turut diamankan tiga orang yang berperan sebagai pelaku niaga (penjual)," katanya.

AKP Budi menyebutkan, kronologis pengungkapan kasus tersebut, berdasarkan informasi yang diterima dari informan di lapangan bahwa banyak keluhan dari masyarakat terutama pengguna moda transportasi jenis sepeda motor yang sering membeli BBM diluar SPBU mengeluhkan ranmor mereka rusak setelah diisi BBM yg diduga oplosan tersebut.

Selanjutnya, pihaknya memerintahkan anggota untuk melaksanakan lidik tempat-tempat yang dicurigai sebagai tempat penjualan (niaga) BBM oplosan tersebut.

"Setelah melaksanakan penyelidikan melalui observasi lapangan dalam waktu kurang dari 124 jam petugas berhasil memetakan tempat-tempat dimaksud dan menangkap penjual bersama sejumlah barang bukti," jelas Kasat Reskrim.

Adapun sejumlah barang bukti yang disita dari tiga lokasi tersebut antara lain, jerigen, drum dan juga BBM jenis premium.(*)

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar