Warga Padang Pariaman Butuh Pertolongan Cepat? Hubungi Nomor Ini

id Ambulans

Warga Padang Pariaman Butuh Pertolongan Cepat? Hubungi Nomor Ini

Ilustrasi. (ANTARA SUMBAR)

Parit Malintang, (Antaranews Sumbar) - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), Aspinuddin mengatakan pihaknya telah memberlakukan pelayanan melalui program Public Safety Centre (PSC) 119 sejak 1 Januari.

"Yang menelepon banyak, cuma yang betul-betul membutuhkan baru lima, selebihnya hanya sekadar memastikan apakah PSC 119 sudah beroperasi atau belum," kata dia di Parit Malintang, Selasa (16/1)

Ia menjelaskan PSC 119 adalah program untuk menekan angka kematian yang disebabkan oleh kecelakaan, sakit jantung, dan penyakit yang memerlukan penanganan medis secepatnya.

Apabila ada masyarakat baik yang berasal dari dalam atau dari luar daerah itu sedang berada di Padang Pariaman mengalami kecelakaan atau sakit yang memerlukan penanganan medis secepatnya maka orang tersebut dapat menghubungi 119 melalui telepon genggamnya.

Pada saat itu, lanjutnya pusat layanan akan mengangkat telepon tersebut dan mengirimkan mobil ambulans terdekat serta berkoordinasi dengan rumah sakit agar menyediakan tempat dan perlengkapan medis yang berhubungan dengan sakit yang diderita pasien.

Nomor tersebut bebas pulsa dan apabila pasien itu berasal dari ekonomi kurang mampu dan tidak terdaftar di Jaminan Kesehatan Nasional dari Badan Penyelengara Jaminan Sosial maka biaya pengobatan serta operasional PSC 119 gratis.

"Biayanya gratis, terserah dia dari mana. Kami hanya melihat tempat terjadinya perkara bukan kartu tanda penduduknya," ujarnya.

Ia menyebutkan untuk menyukseskan program tersebut pihaknya menyediakan 25 ambulans yang berada di pusat komando di kantor dinas itu dan di Puskesmas di seluruh kecamatan.

Ia mengatakan dibentuknya program tersebut juga sebagai untuk mengurangi angka kematian karena kecelakaan di daerah itu. Terlebih, kabupaten itu merupakan jalan lintas antara Padang dengan Bukittinggi dan Pasaman Barat.

"Dari 100 persen angka kematian karena kecelakaan 70 persen di antaranya disebabkan oleh keterlambatan penanganan sehingga diperlukan upaya untuk menekan angka tersebut," katanya.

Program tersebut hanya bersifat darurat yang terintegrasi dengan Kementerian Kesehatan RI melalui Pusat Komando Nasional 119, ujar dia.

"Dalam waktu dekat program tersebut akan diresmikan oleh Menteri Kesehatan RI," kata dia.

Pihaknya pun akan meningkatkan sosialisasi baik melalui media massa, sosial media, spanduk, dan aparatur sipil negara agar masyarakat mengetahui bahwa PSC 119 telah beroperasi sehingga program ini dapat termanfaatkan dengan sebaik-baiknya. (*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.