Pengurus Masjid Agam Ikuti Pelatihan Manajemen Islamic Center

id Islamic Centre

Salah seorang narasumber pelatihan manajemen islamic center sedang memeberikan materi kepada ratusan peserta di aula Hotel Sakura Syariah Lubukbasung, Sabtu (9/12) (Antara Sumbar/Yusrizal)

Lubukbasung, (Antara Sumbar) - Sebanyak 100 orang pengurus masjid dan lembaga keagamaan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengikuti pelatihan manajemen Islamic center yang diselenggarakan pemerintah setempat di Lubukbasung, pada 9-10 Desember 2017.

Ketua Pelaksana, Yosman di Lubukbasung, Sabtu, mengatakan, ke 100 peserta ini berasal dari pengurus masjid jami nagari, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) dan lainnya.

"Kegiatan yang digelar di Hotel Sakura Syariah Lubukbasung dengan Narasumber sebanyak tujuh orang berasal dari Kabupaten Agam dan Provinsi Sumbar," katanya.

Pelatihan ini dalam rangka peningkatan kapasitas pengurus masjid dalam pengelolaan kegiatan keagamaan di masjid dan meningkatkan kapasitas pengurus lembaga keagamaan di daerah itu.

Sementara Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Daerah Agam, Syatria menambahkan, kegiatan ini untuk mencapai misi Kabupaten Agam dalam mewujudkan masyarakat yang agamais dan beradat.

Ini mengingat peran dari pengurus masjid dan lembaga keagamaan itu sangat besar ditengah-tengah masyarakat dalam rangka mewujudkan masyarakat yang berkeadilan, inovatif, sejahtera dan agamais (BISA), menuju masyarakat Agam mandiri, berprestasi yang madani.

"Pelatihan ini diharapkan bisa menghasilkan pengurus Islamic center yang berfungsi menjadikan Islamic center sebagai pusat kegiatan, pusat keagamaan dan tempat lembaga-lembaga keagamaan berkumpul dalam membahas masalah keagamaan," katanya.

Pihaknya menyadari bahwa dengan pelatihan selama dua hari ini belum mampu untuk menciptakan seorang pengurus dan pembina berkualitas atau profesional yang sesuai dengan harapan.

Untuk itu, kepada pengurus masjid dan lembaga keagamaan diharapkan lebih banyak belajar dan mengembangkannya sebagai ilmu pengetahuan.

"Kita terus memberikan support guna mendukung kegiatan keagamaan. Di samping memberikan pelatihan, pada tahun ini kita juga memberikan bantuan jasa bagi 3.808 guru TPA, TPQ, imam masjid dan garing dengan total dana sebesar Rp3,82 miliar," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: M R Denya
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar