Bendungan untuk Pariwisata, BWSS: Pemda Silahkan Manfaatkan

id PEMANFAATAN BENDUNGAN

Sejumlah warga memanfaatkan lahan yang disediakan Balai Wilayah Sungai Sumatera V di Bendungan Anai, Kecamatan Lubuk Alung, Padangpariaman, Sumatera Barat, Senin (20/11). (ANTARA SUMBAR/Aadiaat M S)

Parit Malintang, (Antara Sumbar) - Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong pemerintah daerah (Pemda) memanfaatkan bendungan untuk pariwisata.

"Saat ini kami diminta menteri untuk membangun sesuatu itu bernilai seni agar bisa dimanfaatkan untuk pariwisata," kata Kepala BWSS V Maryadi Utama saat peletakan batu pertama penyelesaian pembangunan Irigasi Anai tahap II di Bendungan Anai, Kecamatan Lubuk Alung, Padangpariaman, Sumatera Barat (Sumbar), Senin.

Untuk seluruh pembangunan yang dilakukan di Sumbar pihaknya mengutamakan membangun bangunan yang dipadukan dengan budaya Minangkabau seperti atap bergonjong.

Menurutnya perpaduan tersebut dapat menciptakan kolaborasi yang indah sehingga menarik minat wisatawan untuk berkunjung.

Apalagi pihaknya telah menyediakan lahan di dekat bendungan seperti di Bendungan Anai, Padangpariaman dan apabila lahan tersebut ditata dengan baik maka dapat dimanfaatkan untuk pariwisata.

"Oleh karena itu, kami meminta peran Pemda melalui Dinas Pariwisata dapat memanfaatkan itu," tambahnya.

Ia menerangkan untuk mendukung hal tersebut pihaknya pada 28 November ini akan menanam 100 bibit pohon di Bendungan Anai guna menambah keindahan bendungan itu serta menjaga ketersediaan air.

Sementara Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni mengatakan pihaknya berencana menjadikan bendungan Anai sebagai objek wisata.

"Ide tersebut muncul ketika membawa Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno bulan lalu ke bendungan tersebut," ujarnya.

Karena itu, pihaknya segera menata lahan yang tersedia di bendungan itu agar menjadi destinasi wisata baru di daerah itu. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar