Mahyeldi Nilai Kemajuan Olahraga di Sumbar Bergantung Masyarakat

id mahyeldi

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah. (Antara)

Padang, (Antara Sumbar) - Wali Kota (Wako) Padang, Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah menilai kemajuan olahraga di provinsi tersebut bergantung pada perhatian dan dukungan masyarakat.

"Pemerintah memiliki program namun akan berjalan bila masyarakat turut serta," katanya menanggapi jatuhnya Hari Olahraga Nasional 2017, di Padang, Minggu.

Menurutnya langkah pemerintah memperkuat fasilitas dan menggelar kejuaraan perlu didorong oleh partisipasi masyarakat dalam menyukseskan pelaksanaannya.

Partisipasi ini diwujudkan dengan sumbangsih materi kepada atlet, mensponsori kejuaraan olahraga dan hadir sebagai suporter dalam pertandingan.

Kemudian, tambahnya menjaga fasilitas olahraga yang telah dibangun seperti memelihara kebersihan GOR Agus Salim, jalan raya atau pedestrian tepi pantai.

Hal lain yakni memberikan beasiswa atau kesempatan pendidikan untuk atlet berprestasi.

Bila perlu jadi bapak asuh bagi atlet yang keluarganya tidak mampu secara ekonomi namun berprestasi baik dalam olahraga dan pendidikannya.

"Inilah yang perlu dipupuk oleh masyarakat agar olahraga Sumbar berkembang," ujar dia.

Mahyeldi mengimbau kepada generasi muda untuk menjadikan olahraga sebagai rutinitas guna menghindarkan diri dari ancaman bangsa seperti penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya dengan olahraga akan muncul keaktifan yang bermuara pada penjagaan kesehatan serta kreativitas saat menggelar turnamen dan bertanding.

"Pemerintah bersama masyarakat harus bersatu mengembangkan olahraga," lanjutnya.

Sementara itu salah satu pelatih basket di Padang, Firman (27) menilai minat masyarakat terhadap olahraga di Sumbar belum sebesar bidang lainnya misalnya pariwisata.

Meskipun demikian dia meyakini dengan upaya sosialisasi dari pemerintah dan penambahan fasilitas akan hadir prestasi Sumbar dari olahraga.

Hanya saja hal tersebut membutuhkan waktu yang tidak sedikit. (*)
Pewarta :
Editor: M R Denya
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar