Begini Kondisi Tapir Setelah Terjebak di Kolam Warga Padangpariaman

id Tapir, bksda, sumatera barat

Begini Kondisi Tapir Setelah Terjebak di Kolam Warga Padangpariaman

Foto Ilustrasi - Seekor tapir (Tapirus indicus) betina yang diberi nama Raline lahir di Lembaga Konservasi Ex-Situ (di luar habitat) Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, Jawa Barat. (Antara)

Padang, (Antara Sumbar) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat (Sumbar) merehabilitasi seekor Tapir (Tapirus indicus) di Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi, setelah sebelumnya ditemukan terjebak di dalam kolam ikan dekat pemukiman warga di Kabupaten Padangpariaman.

"Hewan dilindungi itu ditemukan warga terjebak di kolam ikan di Kecamatan VII Koto Sungai Sariak Padangpariaman pada Minggu (27/8) malam, dengan luka lecet di bagian badan, kaki dan punggung," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha BKSDA Sumbar, Wawan Sukawan di Padang, Senin.

Kemudian sekitar pukul 21.00 WIB, tim BKSDA turun ke lokasi tersebut melakukan evakuasi yang selanjutnya Tapir yang dalam kondisi lemah dan stres itu dibawa ke Padang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Habitat Tapir, kata dia hampir merata di hutan provinsi setempat dan yang tersesat ini bukan peliharaan penduduk sekitar.

Menurutnya Tapir yang memiliki berat sekitar satu ton tersebut tersesat ketika mencari makan hingga terjebak di kolam milik warga, sehingga hewan itu tidak bisa keluar.

"Tapir ini menurut warga sekitar hampir enam jam terjebak dalam kolam yang membuat kondisinya lemas dan stres," lanjutnya.

Untuk langkah selanjutnya, ujar dia sebelum hewan yang dilindungi tersebut dilepaskan kembali ke habitatnya untuk waktu satu hingga dua bulan akan direhabilitasi terlebih dahulu guna pemulihan.

Ia mengimbau jika ada masyarakat yang mendapati hewan yang dilindungi tersesat atau terjebak agar segera menghubungi pihaknya.

"Jika ada hewan yang terjerat atau tersesat, masyarakat diimbau agar tidak membunuhnya melainkan melaporkannya kepada kami," tambahnya.

Sementara Dokter Hewan yang menangani Tapir tersebut, Drh Idham mengatakan Tapir yang terjebak tersebut saat ini cukup sehat namun memang terdapat beberapa luka lecet di beberapa bagian.

"Kemudian juga saat ini Tapir ini mengalami stres setelah terjebak cukup lama dan menjadi bahan tontonan masyarakat dan memang dibutuhkan untuk rehabilitasi," kata dia.

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.