Padang, (Antara Sumbar) - Silat Batin Ulu Ambek yang merupakan salah satu silat tradisi dari Kabupaten Padangpariaman akan tampil di Ladang Tari Nan Jombang Padang, Sumatera Barat, pada Festifal Nan Jombang yang digelar pada Senin malam (3/4).
Administrator acara, PA Datuk Rajo Pangulu di Padang, Senin, mengatakan ini adalah kali kedua Ulu Ambek yang ada di Perguruan Tigo Sapilin tampil di Festival Nan Jombang, sebelumnya pada 2016.
"Kembali ditampilkannya kesenian ini karena tradisi tak hanya ditampilkan sekali saja, sekali pun itu dalam sebuah festival atau acara," katanya.
Ia menambahkan setiap kesenian tradisi itu harusnya dapat dihadirkan secara terus menerus karena keberadaannya yang sudah mulai langka.
"Penampilan kesenian tradisi harus diulang-ulang, karena selain untuk pelestarian juga bisa membuat setiap orang dapat mengenal kekayaan budaya Minang," kata dia.
Sementara itu Pembina Perguruan Tigo Sapilin, Hasanuddin Yunus mengatakan Ulu Ambek merupakan filosofi konflik, maksudnya bagaimana mengelola konflik dalam diri seorang pesilat.
Lebih lanjut ia menjelaskan Ulu Ambek merupakan sebuah silat batin yang tidak memiliki kontak fisik antara pesilat yang bertarung, karena silat batin ini maka Ulu Ambek kaya akan filosofi batin.
"Semisal untuk menentukan seseorang kalah atau menangnya bisa dilihat dari gerak tanpa bersentuhan fisik, siapa yang 'buluih' maka ia dinyatakan kalah," jelasnya.
Selanjutnya ia mengatakan pada pertunjukan nanti akan terbagi dalam tiga peran dan pertunjukan ini nantinya akan dikendalikan oleh 'janang'.
"Dari dua orang 'janang' salah satunya adalah seorang niniak mamak yang merupakan tempat orang berunding," katanya.
Pada penampilan malam ini Perguruan Tigo Sapilin akan dipimpin langsung oleh Mak Yar Sutan Parmato yang merupakan Tuo Ulu Ambek. (*)
