Logo Header Antaranews Sumbar

YLKI Sumbar Terima Laporan Calon Penumpang Batavia

Kamis, 31 Januari 2013 21:37 WIB
Image Print

Padang, (ANTARA) - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumatera Barat menerima laporan dari sejumlah calon penumpang Batavia Air rute Padang-Jakarta yang terlantar di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). "Kita sudah menerima laporan dari sejumlah calon penumpang Batavia Air yang terlantar di BIM, tapi masih dalam bentuk komunikasi melalui telepon genggam dan belum ada yang tertulis," kata Ketua YLKI Sumbar, Dahnil Aswad di Padang, Kamis (31/1). Menurut dia, jika nantinya sudah ada laporan secara tertulis dari para penumpang yang merasa kecewa dengan pihak manajemen Batavia Air, pihaknya akan membantu. Pengadilan Niaga Jakarta Pusat mengabulkan permohonan perusahaan sewa-guna pesawat, International Lease Finance Corporation (ILFC), yang menggugat pailit PT Metro Batavia selaku operator maskapai penerbangan Batavia Air. Menurut Dahnil, permasalahan Batavia Air dengan konsumen atau calon penumpangnya tidak ada kaitan dengan kondisi pailit yang dihadapi perusahaan tersebut. Oleh karena itu, mesti ada kejelasan yang disampaikan kepada calon penumpang yang telah diterlantarkan, karena telah menimbulkan kerugian moril maupun materil. Apalagi, tambah dia, kondisi yang dihadapi oleh Batavia Air tidak disampaikan pihak manajemen kepada calon penumpang satu atau dua hari sebelum jadwal keberangkatan. Jadi, tanggung jawab dari manajemen maskapai Batavia Air untuk mengganti kerugian yang dialami calon penumpangnya, minimal dalam pengembalian bayar tiket pesawat saja. Sebab, apabila tidak ditanggapi kekecewaan calon penumpang bisa saja muaranya penuntutan terhadap manajemen Batavia Air. "Kini calon penumpang Batavia Air yang terlantar kebingungan untuk komplen kemana dan sama siapa, karena pelayanan dari perusahaan tersebut tak beroperasi lagi," ujarnya. Justru itu, dalam menyikapi permasalahan ini pemerintah melalui lembaga dan instansi terkait perlu memberi kejelasan untuk tanggung jawab kerugian calon penumpang tersebut. Hal yang utama, kata dia, pihak Angkasa Pura di BIM khususnya dan bandara-bandara lainnya harus memberi pemahaman ke calon penumpang Batavia Air agar tidak membuat terganggu kegiatan operasional di bandara. "Kita optimistis akan langkah-langkah bijak dari pemerintah dalam penyelesaian masalah dengan calon penumpang Batavia Air, karena sudah menjadi tanggung jawabnya," katanya. Informasi dihimpun di BIM Ketaping Padang Pariaman, Sumbar, pihak petugas Angkasa Pura II berupaya memberi pemahaman ke calon penumpang atas permasalahan yang dihadapi Batavia Air. "Kami berupaya agar calon penumpang Batavia Air yang terlantar tidak mengganggu dan menimbulkan dampak lain di BIM," kata seorang petugas BIM enggan dituliskan namanya. Petugas itu menyebutkan, Batavia Air melayani penumpang rute Padang-Jakarta dua kali sehari, tapi yang jadwal penerbangan sore sudah sejak 28 Januari 2013 tak beroperasi. Jadi, dua hari terakhir Batavia Air melayani penumpang rute BIM-Soekarno Hatta hanya jadwal siang dan termasuk calon penumpang yang terlantar hari ini (31/1). (*/sa/wij)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026