
Pemkab Pasaman Barat pastikan ketersediaan pangan jelang Idul Adha

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat memastikan ketersediaan pangan di daerah itu mencukupi jelang Idul Adha 1447 Hijriah
"Berdasarkan pantauan petugas di lapangan stok pangan mencukupi sampai Idul Adha dengan harga yang berfluktuasi di masing-masing komoditi," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pasaman Barat Ekadiana Oktavia di Simpang Empat, Minggu.
Menurutnya ketersediaan pangan itu dipicu oleh mulai panennya petani di daerah itu selain adanya pasokan pangan dari luar Pasaman Barat.
Dia mengatakan ketersediaan pangan dari hasil pantauan petugas beras yang ada sebanyak 1.380, 56 ton dengan kebutuhan 846 ton per pekan, ketersediaan jagung sebanyak 2.264 ton dengan kebutuhan 2,35 ton ton, serta cabe rawit sebanyak 88,50 ton dengan kebutuhan 25,50 ton.
Sementara itu, cabai tersedia 106,50 ton dengan kebutuhan 45,96 ton, bawang putih sebanyak 19,75 ton dengan kebutuhan 10,16 ton dan bawang merah 47 ton dengan kebutuhan 34,80 ton.
Pangan lain yang tersedia meliputi daging sapi 25,69 ton dengan kebutuhan 1,10 ton, ketersediaan daging ayam 136,39 dengan kebutuhan 59,18 ton, gula pasir 93,26 ton dengan kebutuhan 50,82 ton, dan minyak goreng 155,60 ton dengan kebutuhan 88,77 ton.
Selain produk pangan lokal, ketersediaan pangan juga didukung pasokan dari kabupaten lain di Sumatera Barat dan daerah lain, seperti Medan, Sumatera Utara.
"Kita melakukan pemantauan untuk satu pekan. Pekan depan juga akan kita pantau. Melihat ketersediaan pangan maka stok pangan sampai Idul Adha tersedia," katanya menjelaskan.
Selain melakukan pemantauan ketersediaan pangan, pihaknya juga melakukan gerakan pangan murah di tingkat nagari atau desa.
Gerakan pangan murah itu dilakukan terhadap pangan subsidi dan non subsidi. Jika pangan non subsidi disediakan beras dan minyak goreng sedangkan yang subsidi disediakan beras, minyak goreng, cabai, bawang, telur dan gula pasir.
"Gerakan pangan murah ini dengan menyediakan harga murah dibandingkan harga pasar. Untuk beras kota bekerja sama dengan bulog sedangkan pangan lainnya kita ambil langsung dari petani sehingga harga lebih murah," ujarnya.
Selama 2026 ini pihaknya telah melaksanakan gerakan pangan murah sebanyak 38 kali dengan rincian 30 kali untuk pangan non subsidi dan 8 kali untuk pangan subsidi.
"Kedepannya kita akan melaksanakan 44 kali lagi gerakan pangan murah di sejumlah lokasi di Pasaman Barat," katanya.
Selain itu pihaknya juga melakukan kerja sama dengan daerah produsen pangan seperti Kabupaten Solok untuk penyediaan cabai dan bawang merah.
Pewarta: Altas Maulana
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
