Pengacara: Keberanian Adnan Buyung Layak Jadi Panutan

id adnan buyung, panutan

Pengacara: Keberanian Adnan Buyung Layak Jadi Panutan

Adnan Buyung Nasution. (Antara)

Padang, (AntaraSumbar) - Sejumlah pengacara di Sumatera Barat mengatakan bahwa Adnan Buyung Nasution sebagai sosok yang pemberani dan layak menjadi panutan.

"Keberanian Bang Buyung menyatakan kebenaran dalam memperjuangkan hukum, layak dijadikan panutan," kata Ketua Serikat Pengacara Indonesia (SPI) Hanky Mustav Sabarta didampingi Sekretaris sekaligus pengurus Peradi Padang Mukti Ali Kusmayadi Putra, di Padang, Rabu.

Sedangkan Mukti Ali, menyebutkan bahwa Adnan Buyung adalah sosok yang banyak berkontribusi dalam dunia advokat yaitu sebagai salah satu penggagas lahirnya Undang-undang Nomor 18 tahun 2003 tentang Advokat.

"Banyak yang bisa dipanuti dari almarhum dalam bidang hukum, bagi saya beliau adalah seorang nasionalis hukum. Berani menyuarakan kebenaran," katanya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh pengacara Rimaison Syarief. Ia menyebutkan tak banyak yang bisa melakukan perjuangan seperti yang dilakukan Buyung.

Salah satunya yaitu dalam pendirian Yayasan Lembagan Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI)/LBH. Dimana Buyung berani dan rela mengorbankan pendapatan pribadinya.

"Almarhum rela menggunakan uang pribadinya untuk pendirian YLBHI, sebelum mendapatkan donatur-donatur. Ia pejuang HAM yang berani, dan teguh pada pendirian, meski sempat mendapatkan pencekalan pada masa Soeharto," katanya.

Rimaison Syarief berharap, semangat keberanian, dan nilai kebaikan dari almarhum

dapat terus hidup, dan dijadikan panutan oleh pengacara lain. Tidak terkecuali dirinya.

"Menegakkan hukum tidak hanya bagi kepentingan materi, tapi demi tegaknya hukum itu sendiri secara adil tanpa memandang derajat seseorang. Itu panutan, termasuk bagi saya pribadi," jelasnya.

Kabar duka itu juga disampaikan oleh para pengacara lainnya yakni Rahmat Wartira, mantan Direktur LBH Padang 1994-1997, pengacara sekaligus Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Barat Defika Yulfiandra, inisiator pengaktifan kembali LBH Padang pasca vakum pada 1988 Khairus, mantan Direktur LBH Padang 1997-2000 Miko Kamal, dan lainnya.

"Kami turut beduka, kehilangan salah seorang tokoh yang lantang menyuarakan kebenaran dan keadilan, semoga semangat beliau tetap terjaga," ujarnya.

Adnan Buyung meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu sekitar pukul 10.15 WIB, pada umur 81 tahun.

Pria dengan nama lahir Adnan Bahrum Nasution itu lahir di Jakarta, 20 Juli 1934, dan telah sejak muda berkiprah di bidang hukum.

Selain itu, ia juga menjadi aktivis sejak masa mudanya sampai ia wafat. Salah satu organisasi yang didirikannya adalah LBH.

Pada 2007-2009, Adnan Buyung Nasution dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Bagian Hukum). (*)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.