11 hari hanyut, Buyung ditemukan tak utuh

id Korban hanyut,Bpbd solok selatan,Solok selatan,Batang bangko

11 hari hanyut, Buyung ditemukan tak utuh

Petugas BPBD bersama masyarakat mengevakuasi korban hanyut Rabu malam. (ANTARA/HO-BPBD Solok Selatan)

Padang Aro (ANTARA) - Korban hanyut di aliran Batang Pulakek Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat Rusdiyanto alias Buyung ditemukan dalam keadaan sudah tidak utuh di aliran Batang Bangko oleh warga yang sedang memancing.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dicky Nanda Utama, di Padang Aro, Kamis, mengatakan, kondisi mayat saat ditemukan pada bagian perut hingga kepala telah hancur dan wajah tidak bisa dikenali karena berada di dalam sungai selama 11 hari.

"Pihak keluarga menolak untuk otopsi dan mereka memastikan bahwa mayat tersebut merupakan Rusdiyanto berdasarkan dari pakaian yang di gunakan korban", katanya.

Dia mengatakan, jenazah korban dibawa langsung ke rumah duka di Jorong Pulakek Tangah, Nagari Pulakek dan sekitar pukul 04.00 Wib sudah dikuburkan.

Mayat Buyung ditemukan oleh empat orang pemancing yaitu Siyon, Ar, Afdan Sis tersangkut di aliran sungai Batang Bangko tepatnya di daerah Catuih Api Jorong kiambang Nagari Koto Baru pada rabu 8/1 pukul 18.00 wib.

Lokasi penemuan mayat cukup jauh dan tidak bisa ditempuh dengan kendaraan sehingga petugas melakukan evakuasi dengan berjalan kaki.

Dengan akses yang cukup jauh dan kendaraan tidak bisa masuk membuat proses evakuasi menjadi lama ditambah lagi kondisi gelap.

Pihak BPBD mengapresiasi masyarakat yang sudah membantu proses evakuasi korban dari aliran Batang Pulakek.

Rusdiyanto sendiri hanyut pada Sabtu 28 Desember 2019 pukul 20.00 wib ketika pergi memancing di Batang Pulakek.

Warga bersama BPBD dan Basarnas sudah melakukan pencarian sepanjang Batang Pulakek tetapi korban tidak bertemu.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar