Pejabat: Benih Padi Unggul Sedikit di Solok Selatan

id Benih, Padi, Unggul, Sedikit, di, Solok, Selatan

Pejabat: Benih Padi Unggul Sedikit di Solok Selatan

Tanaman padi. (ilustrasi).

Padang Aro, (AntaraSumbar) - Asisten III Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), Yul Amri mengeluhkan sedikitnya ketersediaan benih padi yang unggul dan murah di pasaran ketika musim panen.

"Pengalaman saya sebagai kepala Dinas Pertanian, ketika masa-masa tertentu, terutama saat musim tanam, masih terbatas suplai benih berkualitas di pasaran," katanya ketika mendampingi Tim Safari Ramadhan Pemerintah Provinsi Sumbar di Masjid Nur Jamaiturrahma Nagari Pasir Talang, Rabu malam (1/7).

Ia menyebutkan, varietas padi yang diminati petani Solok Selatan berbeda dengan petani di Jawa, seperti redek, anakdaro dan bakwan.

Ia menjelaskan, penyebab kurang ketersediaan benih ini karena penyedia benih, seperi Sang Hyang Seri dan Pertani, masih kurang memanfaatkan potensi petani penangkar yang ada di masyarakat.

"Memang sudah ada petani penangkar, tapi pemberdayaannya belum maksimal," katanya.

Ia menambahkan, saat ini pemerintah setempat terus mendorong lahirnya petani penangkar baru. Namun ketika petani penangkar sudah menghasilkan benih namun okupansi atau penyerapan dari petani masih terkendala.

Sementara terkait tradisi yang berkembang di masyarakat Solok Selatan yang menabukan menjual gabah, ia menjelaskan, hal tersebut tidak menjadi hambatan dalam menumbuhkan petani-petani penangkar benih.

"Kalau untuk dijadikan benih, masyarakat sudah mulai menerimanya," katanya.

Menanggapi kurangnya ketersediaan benih ini, Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim, menyebutkan pemerintah mendorong penyediaan benih berkualitas dan berlabel.

"Tentunya bukan benih yang diambil dari huller (penggilingan padi) satu ke huller yang lain lalu dibungkus," katanya.

Pemerintah telah menunjuk dua BUMN untuk menyediakan benih berkualitas dalam upaya meningkatan ketahanan pangan nasional, yakni PT Sang Hyang Seri dan PT. Pertani.

"Jika ingin mendorong meningkatnya hasil pertanian, perlu dipastikan ketersediaan benih, pupuk dan obat-obatan tepat waktu," katanya.

Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan, sebutnya, untuk saat ini belum perlu berpikir ekstensifikasi pertanian, namun yang terpenting adalah intensifikasi pertanian. "Seperti bagaimana memanfaatkan teknologi tepat guna dan pupuk yang berimbang," katanya.

Sementara mengenai petani penangkar lokal, ia menyebutkan harus selektif dalam merangkul mereka dan petani tersebut harus jujur.

"Harga benih itu lebih mahal dibanding padi biasa dimana bisa sampai Rp10.000 per kilogram, sementara gabah cuma Rp5000 per kilogram," katanya.

Sebelumnya Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sumbar, Ir. Elviana Anwar menyebutkan, penyaluran benih bersubsidi dari PT. Sang Hyang Seri dan PT. Pertani untuk kabupaten/kota di provinsi itu lancar karena benih berasal dari penangkar atau petani lokal.

Ia menyebutkan, sejauh ini para petani di Sumbar pada setiap musim tanam menggunakan benih bersubsidi (varietas) seperti R 42 C, Cisokan, anak daro dan lain sebagainya.

Berdasarkan data yang ada, alokasi benih padi jenis inbrida di 19 kabupaten/kota pada bulan Mei 2015 sebesar 2.500.000 kilogram dengan luas areal pertanian 100.00 hektare.

Adapun rinciannya sebagai berikut, PT. Sang Hyang Seri mendapatkan alokasi sebesar 60 persen dengan luas areal 60.000 hektare, sedangkan PT. Pertani 40 persen dengan luas areal 40.000 hektare.

Sementara untuk realisasi penjualan benih bersubsidi PT. Sang Hyang Seri pada bulan Mei 2015 tercatat 32.380 kilogram dengan luas areal 1.295 hektare, sedangkan PT. Pertani 26.715 dengan luas areal 1.069 Hektare.

Sehingga, jelasnya, total realisasi Daftar Usulan Pembelian Benih Bersubsidi (DUPBB) dan penjualan benih bersubsidi di Sumbar pada bulan Mei 2015 adalah untuk DUPBB sebanyak 396.308 kilogram dengan luas areal 15.852 hektare, sedangkan penjualan benih bersubsidi sebanyak 59.095 kilogram dengan luas areal 2.364 hektare.

Kunjungan Tim Safari Ramadhan Pemprov Sumbar itu dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Muslim Kasim. Pemprov menyerahkan bantuan berupa uang sebesar Rp20 juta serta Al Quran dan buku tentang keagamaan. (*)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.