Pemkab Pasaman Barat catat luas tanam padi 16.689 hektare

id Pemkab Pasaman Barat ,Pasaman Barat, Sumatera Barat

Pemkab Pasaman Barat catat luas tanam padi 16.689 hektare

Pemkab Pasaman Barat saat melakukan penanaman sawah pokok murah di kelompok tani di Kecamatan Luhak Nan Duo beberapa waktu lalu. ANTARA/Altas Maulana. (Luas tanam padi)

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat mencatat luas tanam padi sawah selama 11 bulan atau periode Januari-November 2025 mencapai 16.689 hektare.

"Luas tanam padi terus meningkat dalam upaya menjaga ketahanan pangan sesuai program Asta Cita," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Pasaman Barat Afdal di Simpang Empat, Sabtu.

Menurutnya dari luas tanam 16.689 itu mampu memproduksi 76.138 ton yang tersebar di 11 kecamatan.

Menurutnya kecamatan yang tertinggi luas tanamnya adalah Kecamatan Pasaman seluas 3.620 hektare, lalu Kecamatan Talamau seluas 2.837 hektare, Kecamatan Lembah Melintang seluas 2. 264 hektare dan Kecamatan Kinali seluas 2.229 hektare.

Lalu luas tanam di Kecamatan Ranah Batahan seluas 1. 755 hektare, Kecamatan Gunung Tuleh seluas 1.379 haktare, Koto Balingka seluas 965 hektare, Sungai Aua seluas 778 hektare, Sungai Beremas 427 hektare, Luhak Nan Duo seluas 286 hektare dan Kecamatan Sasak Ranah Pasisia seluas 149 hektare.

Pihaknya optimis luas tanam yang ditargetkan mencapai 20.321 hektare akan terealisasi hingga akhir tahun dengan kerja sama semua pihak.

"Untuk 2024 lalu ada sekitar 18.099 hektare luas tanam padi. Untuk 2025 kita tingkatkan seluas 20.321 hektare," sebutnya.

Untuk mencapai target luas tanam itu pihaknya juga mendorong petani untuk membuka lahan baru sehingga ketersediaan padi dapat mencukupi.

Selain itu juga meluncurkan sawah pokok murah yang akan dapat meningkatkan produksi.

Pihaknya juga mengingatkan agar petani tidak mengalihfungsikan lahan sawah ke jenis tanaman lainnya karena sudah diatur dalam peraturan daerah (Perda) tentang lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B).

"Ini sebagai upaya melindungi sawah agar tidak dialihfungsikan menjadi tanaman lain," ujarnya.

Pewarta :
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.