Padang, (Antara) - Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan akan membantu nelayan dengan kapal tangkap ikan yang lebih besar untuk meningkatkan produksi ikan tuna di kota itu.
"Selama ini produksi ikan tuna di Kota Padang masih belum maksimal, karena terkendala kapal untuk menangkap ikan tersebut," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang, Zalbadri di Padang, Senin.
Ia mengatakan, jumlah kapal yang memadai untuk menangkap ikan tersebut baru ada satu yang dihibahkan kepada nelayan dan lima kapal dari perusahaan.
Pemkot berencana melakukan penambahan kapal berukuran lebih besar dengan kapasitas 60 Gross Tonase (GT) yang diusulkan dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Pada akhir Desember 2014 juga sudah ada penambahan kapal dengan kapasitas 27 GT," katanya.
Menurutnya, salah satu penyebab lain produksi tuna di Kota Padang kurang maksimal adalah karena adanya perizinan kepada kapal untuk bebas memilih tempat pemberhentian, yaitu Pelabuhan Muara Baru dan Bungus.
"Kebanyakan kapal-kapal lebih banyak berhenti di Pelabuhan Muara Baru," paparnya.
Ia berharap ke depan akan ada penetapan agar kapal-kapal tersebut berhenti di satu pelabuhan saja.
Ia menyebutkan, produksi tangkapan tuna pada 2014 sebanyak 4.455 ton, meningkat sekitar 4,65 persen dibandingkan dengan 2013 dengan produksi tuna sebanyak 4.257 ton.
Ia menjelaskan, tuna-tuna tersebut akan diekspor ke Jepang dengan ketentuan berat 30 kilogram ke atas, sedangkan tuna yang berukuran di bawah 30 kilogram untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (*)
