PVMBG Bagikan Peta Sebaran Gas Karbondioksida Dieng

id PVMBG Bagikan Peta Sebaran Gas Karbondioksida Dieng

Banjarnegara, (Antara) - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) membagikan Peta Sebaran Gas CO2 (Karbondioksida) di Kompleks Vulkanik Dieng ke desa-desa di sekitar Kawah Timbang, Desa Sumberejo, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. "Peta ini sudah disebar, kita sudah sosialisasikan sehingga sudah paham semua," kata Kepala PVMBG Muhammad Hendrasto di Banjarnegara, Kamis. Hendrasto mengatakan hal itu kepada wartawan usai peresmian Menara Peringatan Dini Kawah Timbang di Dusun Simbar, Desa Sumberejo, Kecamatan Batur, Banjarnegara. Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa dalam peta yang menunjukkan konsentrasi gas di dalam tanah itu disebutkan wilayah-wilayah sekitar Kawah Timbang yang tidak boleh digali. "Jadi, kalau di atas permukaan, dia nol (0) tetapi digali 1 meter saja, gas seperti itu (konsentrasinya tinggi, red.) sehingga kalau digali lebih dalam lagi, bisa kita bayangkan," kata dia sembari menunjukkan peta wilayah yang konsentrasi gasnya tinggi. Dalam hal ini, kata dia, larangan penggalian di wilayah-wilayah tertentu tersebut dengan pertimbangan bahwa ada beberapa wilayah yang konsentrasi gasnya tinggi. Oleh karena itu, dia mengimbau warga sekitar Kawah Timbang untuk berkoordinasi dengan PVMBG jika hendak membuat sumur. Disinggung mengenai Menara Peringatan Dini Kawah Timbang yang baru diresmikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Ma'arif, dia mengatakan pihaknya bersama masyarakat akan bersama-sama memanfaatkan bangunan dua lantai itu untuk melakukan pengamatan secara visual terhadap kondisi Kawah Timbang. "Kita diberi ruangan di sini (atas), di bawah digunakan masyarakat (Forum Penanggulangan Bencana Kawah Timbang), kita bareng-bareng masyarakat untuk melakukan pemantauan visual. Kalau instrumen yang utamanya tetap di Pos Pengamatan Gunung Api Dieng," katanya. Dalam hal ini, kata dia, keberadaan menara tersebut akan membantu pengamatan visual terhadap Kawah Timbang jika terjadi gempa yang memunculkan gas karena visualisasi itu tidak bisa terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Api Dieng yang berlokasi di Desa Karangtengah, Kecamatan Batur. Ke depan, lanjut dia, pihaknya kemungkinan akan memasang kamera pengintai (closed circuit television-CCTV) di sekitar Kawah Timbang. "CCTV ini bisa diakses dimana-mana. Kalau membuka website kami, beberapa gunung yang sudah ada, nanti ini (Kawah Timbang, red.) salah satunya," kata Hendrasto. Dengan demikian, kata dia, masyarakat di luar wilayah Dieng bisa melihat kondisi sebenarnya sehingga tidak terjadi seperti saat peningkatan aktivitas Kawah Timbang pada tahun 2011 dan 2013 yang penurunan kunjungan wisata. Menurut dia, di Gunung Dieng terdapat 13 kawah namun yang paling berbahaya adalah Kawah Timbang karena mengeluarkan gas beracun. Sementara itu, Kepala BNPB Syamsul Ma'arif mengatakan bahwa masyarakat pernah mendapatkan pengalaman yang kurang bagus. "Pada tahun 1979, sekian banyak warga kita yang meninggal karena ketidaktahuannya terhadap adanya gas beracun (tragedi Sinila pada tanggal 20 Februari 1979 yang menewaskan sedikitnya 149 warga, red.). Kemudian tahun 2011 dan 2013 terjadi lagi aktivitasnya tetapi masyarakat sudah mempunyai pengalaman dan berkat bimbingan dari PVMBG alhamdulillah bisa kita cegah korban itu," katanya. Oleh karena Gunung Dieng masih aktif, kata dia, jika terjadi tanda-tanda gempa dan terdapat rekahan-rekahan yang memungkinkan gas itu terlepas atau dirilis, Menara Peringatan Dini Kawah Timbang yang merupakan sebuah sistem akan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Dalam hal ini, kata dia, Menara Peringatan Dini Kawah Timbang akan menyampaikan ke mana saja alur dari gas beracun itu. "Tidak berarti kalau ada gas beracun atau gempa, semua warga disuruh mengungsi. Tidak begitu," katanya. Dengan terbangunnya menara itu, kata dia, sebenarnya masyarakat memulai untuk mengubah kesadaran menjadi sebuah perilaku. Terkait hal itu, dia mengatakan bahwa pihaknya akan melatih masyarakat termasuk kapan mereka berkebun dan kapan tidak boleh berkebun sehingga mereka akan selalu menanyakan ke pos pengamatan di Menara Peringatan Dini Kawah Timbang. (*/jno)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.