Pertamina Sumbar: Pembagian Paket Konversi Elpiji Terlambat

id Pertamina Sumbar: Pembagian Paket Konversi Elpiji Terlambat

Padang, (ANTARA) - Pertamina Sumatera Barat mengakui bahwa pembagian paket konversi minyak tanah ke elpiji di daerah ini mengalami keterlambatan akibat belum rampungnya pendataan yang dilakukan oleh konsultan independen. Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, seharusnya pembagian paket konversi harus selesai pada 2012, namun hingga saat ini baru pada tiga kecamatan pendataan telah selesai dan diterima, kata Sales Representatif Elpiji Rayon IV Pertamina Sumbar Uki Atma Nagara di Padang, Kamis. Dikatakannya, tiga kecamatan yang telah selesai dilakukan semuanya berada di Padang, yaitu Kecamatan Nanggalo, Koto Tangah dan Bungus Teluk Kabung. Akibatnya, kata dia, pembagian paket konversi minyak tanah ke elpiji baru dapat dilaksanakan pada tiga kelurahan yaitu Gurun Laweh, Kampung Olo dan Olo. Ia menyebutkan, pada tiga kelurahan tersebut dibagikan 1.024 paket elpiji, dan setiap kepala keluarga yang terpilih menerima satu unit kompor gas, tabung elpiji tiga kilogram, selang, regulator dan klem. Sementara, untuk daerah lain baru akan dibagikan pada tahun 2013 setelah pendataan selesai dilaksanakan. Terkait kapan pelaksanaanya, ia mengatakan, Pertamina akan menunggu jadwal dari Ditjen Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Sumatera Barat diputuskan menerima 971.420 paket konversi minyak tanah menjadi elpiji tabung tiga kilogram dari Ditjen Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Paket tersebut akan dibagikan di 18 kabupaten dan kota di daerah ini secara gratis kepada masyarakat yang telah didata dan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Untuk proses pendataan penerima paket dilakukan oleh konsultan yang ditunjuk Kementerian ESDM dan disetelah data rampung paket dibagikan oleh Pertamina melalui konsultan yang ditunjuk. (*/sun)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.