Beruk Liar Dijual Ratusan Ribu di Padangpariaman

id Beruk Liar Dijual Ratusan Ribu di Padangpariaman

Padangpariaman, (ANTARA) - Hewan primata liar beruk (Macaca Nemestrina) dijual mulai harga Rp120 ribu hingga Rp250 ribu per ekor di kawasan Pasar Ternak Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat. "Untuk beruk jantan dijual Rp120 ribu, sedangkan beruk betina lebih mahal yakni Rp250 ribu per ekor, baik yang usia anak-anak maupun dewasa," kata seorang penjual beruk, Buyung (53), di Padangpariaman, Kamis. Ia mengatakan, harga beruk betina lebih mahal karena ketika sudah dewasa tidak akan melawan kepada tuannya, sedangkan beruk jantan lebih sulit dan sering menggigit. Buyung mengaku, menjual beruk yang didatangkan dari daerah Rao dan Panti, Kabupaten Pasaman, untuk dibeli warga yang mencari beruk pemetik buah kelapa. Populasi beruk di Pasaman, katanya, memang banyak dan sangat meresahkan masyarakat karena menjadi hama petani. "Kalau di Padangpariaman, beruk dibutuhkan untuk membantu mengambil buah kelapa," katanya. Dia mengaku, saat sejumlah beruk datang dari Pasaman, dirinya hanya menjual saja, tidak ada pemeriksaan kesehatan dan lainnya. Pada Minggu (14/10) lalu, di kandang besi milik Buyung ada puluhan ekor beruk jantan dan betina, saat ini 11 ekor karena yang lainnya sudah terjual. Ia mengatakan, beruk yang dijualnya tersebut berasal dari alam liar dan belum mengerti perintah dari manusia, sehingga harus dilatih terlebih dahulu. "Beruk-beruk liar ini pertama kali tidak jinak dan terus meronta ketika diikatkan rantai ke lehernya," ujarnya. Untuk latihan memetik buah kelapa, kata Buyung, ada warga atau pembeli yang sudah terbiasa melatih, namun bisa juga dilatihkan oleh pelatih khusus. Pelatih khusus beruk biasanya memasang tarif Rp300 ribu sampai dengan beruk tersebut bisa memetik kelapa dengan suruhan. Ia menjelaskan, latihan beruk tergantung dari kemampuan beruk itu sendiri, ada yang hanya sebulan dan ada yang sudah setahun dilatih tidak juga bisa. "Sama seperti manusia, beruk juga tergantung bakat, kalau memang bodoh sejak kecil susah melatihnya," kata Buyung yang mengurung beruk-beruknya di kandang besi. Beruk diletakkan di kandang besi serupa penjara mini agar pembeli bisa langsung melihat wujud beruk dan keagresifannya. Berbeda dengan Buyung, penjual beruk lainnya Zul (50) membawa tiga ekor beruk yang akan dijual menggunakan karung beras. Zul langsung melobi sejumlah calon pembeli dengan menceritakan potensi kemampuan beruk yang masih usia anak-anak. "Kebetulan yang saja jual betina ini tinggal satu dan masih kecil, sisanya jantan dan masih sangat liar," ujarnya. Seorang pembeli, Isman (27), mengaku, sering membeli beruk di kawasan Pasar Ternak untuk kemudian dijual kembali. Isman sekaligus melatih beruk di rumahnya agar pembeli langsung mendapatkan beruk yang sudah mampu memetik buah kelapa. Ia mengatakan, kelapa di Padangpariaman sangat banyak dan tinggi-tinggi pohonnya, sehingga hanya beruk yang bisa memanjat setinggi itu. Beruk tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat Padangpariaman untuk memanjat pohon kelapa, tetapi juga di Kota Pariaman, Kota Padang, dan daerah lainnya di Sumbar. (*/igy/sun)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.