Sydney, (Antara/Reuters) - Suatu gunung berapi bawah laut di lepas pantai Tonga meletus, menyemburkan abu ke udara pada Selasa, sehingga menyebabkan sejumlah penerbangan di negara-negara pulau Pasifik Selatan tertunda. Lautan di kawasan tersebut berubah warna menjadi merah darah, lapor penduduk setempat. Gunung api Hunga Tonga-Hunga Haapai yang berada di bawah air dan terletak sekitar 65 km arah utara ibukota Nukualofa, menyemburkan abu setinggi 4.500 meter, menurut laporan Pusat Laporan Abu Vulkanik Wellington (VAAC). Gunung api yang meletus pertamakali tahun 2009 itu telah beberapa kali berguncang dalam pekan-pekan terakhir sebelum kemudian meletus dalam lima hari terakhir, lapor surat kabar The New Zaeland Herald. Penerbangan Air New Zaeland yang menghubungkan Auckland dan Nukualofa pada Senin dialihkan ke Samoa dan kemudian kembali ke Selandia Baru karena letusan gunung api tersebut, demikian pernyataan pihak penerbangan. Rute sebaliknya yang dijadwalkan pada Selasa telah dibatalkan karena aktivitas gunung berapi tersebut, namun penerbangan lain di kawasan itu tidak terganggu. Penduduk Tonga menggambarkan pemandangan luar biasa berbentuk menyerupai bulu-bulu vulkanik yang mengapung ke udara sedangkan lumpur yang keluar di bawah mengubah warna laut menjadi merah. (*/sun)
Berita Terkait
Jumlah penumpang kereta api selama 2025 di Padang
Rabu, 14 Januari 2026 15:50 Wib
Gunung Marapi semburkan abu vulkanik setinggi 1.600 meter
Rabu, 14 Januari 2026 10:16 Wib
Pertandingan Persib vs Persija tanpa kehadiran suporter tamu
Kamis, 8 Januari 2026 22:00 Wib
Unand tegaskan keutamaan riset kebencanaan di zona cincin api pasifik
Rabu, 7 Januari 2026 12:06 Wib
Gunung Marapi erupsi pada awal 2026
Selasa, 6 Januari 2026 11:57 Wib
Nataru 2025 KAI Divre II Sumbar layani 123.408 penumpang
Senin, 5 Januari 2026 16:31 Wib
Penambahan rute kereta api Padang - Kayu Tanam
Senin, 5 Januari 2026 10:01 Wib
Ayo naik kereta api, KAI Divre II Sumbar masih sediakan 30 ribu tiket selama libur Nataru
Rabu, 31 Desember 2025 20:12 Wib
