Batusangkar, (Antara) - Kelompok tani ternak di Kabupaten Tanah Datar memperoleh bantuan dari program "Corporate Social Responsibility" PT. PLN (Persero) P3B Sumatera dalam bentuk kegiatan kelompok usaha bayar listrik dengan kotoran sapi. "Program kelompok usaha bayar listrik dengan kotoran sapi (Kubalikopi) ini sebagai bentuk kepedulian PT. PLN terhadap masyarakat khususnya petani dan peternak untuk membangun desa," kata Direktur PT. PLN (Persero) P3B Sumatera Syafrudin di Batusangkar, Rabu. Ia mengatakan program ini sekaligus untuk mendorong pelaksanaan aksi pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan pendapatan dan kebutuhan masyarakat petani atas kelangkaan pupuk saat ini. Ia menjelaskan PT. PLN P3B Sumatera menjadikan Kabupaten Tanah Datar sebagai proyek percontohan pada kelompok tani ternak di Kecamatan Rambatan, Tanjung Emas, dan Salimpaung. "Kelangkaan dan mahalnya harga pupuk yang dirasakan petani saat ini serta pemakaian pupuk kimia yang terlalu sering dapat menyebabkan lingkungan tercemar dan tanah menjadi gersang," katanya. Hal inilah yang melatarbelakangi PT. PLN P3B Sumatera berusaha membantu petani mengatasi kelangkaan pupuk dengan memberikan penyuluhan untuk mengalihkan pola usaha bertani masyarakat ke ramah lingkungan, ujarnya. "Pemanfaatan kotoran ternak bernilai tinggi dengan dikemas dalam karung pupuk trichokompos padat dan jerigen plastik cair dapat memudahkan petani membayar listrik melalui lumbung kotoran sapi," katanya. Ia menjelaskan pola yang dilakukan dengan cara mengumpulkan kotoran sapi dari peternak lalu disetorkan ke Kubalikopi yang dihargai oleh PT. PLN (Persero) P3B Sumatera Rp200/ kilogram untuk diolah menjadi kompos. "Untuk satu petani satu ternak dapat menghasilkan kotoran sapi dalam sehari berkisar 15-20 kilogram dikalikan Rp200 maka menghasilkan uang sebesar Rp4.000," katanya. Jika dalam sebulan petani menghasilkan Rp120.000 maka dapat membayar listrik dengan daya 900VA rata-rata Rp100.000/bulan. Syafrudin mengatakan tujuan program CSR PT. PLN (Persero) P3B Sumatera ini agar masyarakat menjadi pelopor pengembur tanah dengan membeli kembali kompos yang telah diolah dan ramah lingkungan karena tidak menggunakan lagi pupuk kimia. Ia mengimbau petani dan peternak untuk tidak lagi membuang kotoran sapi dan membakar jerami karena akan membuat tanah gersang. (*/fan)
Berita Terkait
UNAND-Mentawai kerja sama kembangkan pertanian terpadu berbasis riset
Sabtu, 10 Januari 2026 15:57 Wib
Dinas Pertanian dan Pangan Solok kembangkan pertanian hidroponik
Rabu, 7 Januari 2026 16:16 Wib
TVRI kembangkan bakat seni siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 4 Padang
Kamis, 4 Desember 2025 19:33 Wib
UNP kembangkan mesin Cultivator Multipurpose, dorong transformasi pertanian di Nagari VII Koto Talago
Senin, 24 November 2025 7:59 Wib
Unand bantu kembangkan komoditas unggulan Sumbar
Sabtu, 15 November 2025 11:33 Wib
Indonesia dan Yordania kerja sama kembangkan drone? Ini kata Menhan
Jumat, 14 November 2025 15:09 Wib
Mahasiswa UMY kembangkan alat deteksi dini kanker kulit berbasis AI
Minggu, 9 November 2025 8:26 Wib
Lapas Lubuk Basung kembangkan peternakan ayam dukung ketahanan pangan
Selasa, 4 November 2025 12:56 Wib
