Harga TBS Sawit di Langkat Berangsur Naik

id Harga TBS Sawit di Langkat Berangsur Naik

Harga TBS Sawit di Langkat Berangsur Naik

Kelapa sawit. (Antara)

Langkat, Sumut, (Antara) - Petani di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kini mulai bergairah kembali setelah harga jual tandan buah segar (TBS) kelapa sawit berangsur naik di beberapa kecamatan setelah sebelumnya sempat anjlok. "Mulai berangsur naik haga jual TBS kelapa sawit," kata salah seorang petani kelapa sawit Syamsuri di Bahorok, Rabu. Syamsuri menjelaskan bahwa sebelumnya harga kelapa sawit di beberapa tempat sempak anjlok mencapai Rp 830 per kilogram, kini harganya sudah berangsur naik mencapai Rp 1.100 per kilogramnya. "Ini untuk katagori tandan buah segar ukuran besar," katanya. Kenaikan harga TBS ini membangkitkan gairah petani kembali untuk beraktifitas memberseihkan lahan mereka sekaligus melakukan pemupukan kembali, harga harga yang cukup lumayan sekarang ini. Kalau kemarin dengan harga Rp 830 per kilogramnya, Syamsuri sangat pesimis untuk mampu merawat tanaman kelapa sawitnya seluas 20 rante atau 8.000M2 itu. Petani sawit ini juga menjelaskan kalau cuaca bagus, tanaman dirawat dengan pemupukan, maka panen bisa mencapai 1,5 ton per dua minggu, namun apabila harga TBS anjlok maka hanya sedikit keuntungan yang tersisa buat petani, katanya. Secara terpisah salah seorang petani sawit lainnya Paimun di Kecamatan Stabat menjelaskan bahwa naiknya harga jual TBS ini memberikan secercah harapan buat petani kembali untuk bergairah menanam memelihara sawitnya. "Harga demikian walaupun belum begitu stabil namun telah memberikan sedikit keuntungan buat para petani sawit," katanya. Dengan keuntungan yang sedikit itu, kini petani sudah bisa menyisihkan hasilnya untuk merawat tanaman mereka kembali, pendapatan juga ada buat keluarga. "Mudah-mudahan harga kelapa sawit bisa semakin meningkat seperti sebelumnya mencapai Rp 1.400 per kilogramnya," harapnya. (*/jno)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.