Pengusaha Konveksi Naikan Harga Akibat Perubahan TDL

id Pengusaha Konveksi Naikan Harga Akibat Perubahan TDL

Jakarta, (Antara) - Pengusaha konveksi di sentra grosir pakaian dan tekstil Cipadu, Tangerang, terpaksa menaikkan harga akibat perubahan Tarif Dasar Listrik yang berlaku sejak 1 Juli 2014. Menaikan harga jual menjadi pilihan demi menyiasati ongkos produksi yang ikut melonjak, kata Rezza Fahlevi, pemilik usaha konveksi "No Lebel" di Cipadu, Senin. "Kan kita produksinya menggunakan mesin, dari jahit sampai obras dan bordir. Jadi efeknya pasti sangat terasa," katanya. Untuk mengikuti kondisi tersebut, katanya, ia menaikkan harga produknya mulai dari lima hingga sepuluh persen. Tergantung dari jumlah dan jenis pesanan yang akan dikerjakan. Pengusaha konveksi lainnya, Asmaleli, juga melakukan upaya serupa dengan menaikkan harga produknya dengan kisaran lima hingga sepuluh persen. "Kita tetap menaikan harganya, tapi ga berani terlalu tinggi. Takut pelanggan ga suka, apalagi kalau yang udah langganan," kata wanita yang telah delapan tahun bergelut di bidang konveksi tersebut. Baik Rezza dan Asmaleli yakin bahwa efek kenaikan harga produksi ini tidak akan berlangsung lama. "Kalau awal-awal pasti agak sepi. Tapi kita terus menyampaikan kalau ongkosnya memang naik dengan alasan yang logis, dan setelah itu konsumen pasti mengikuti," kata Rezza. Seperti diketahui, pemerintah menaikkan tarif listrik PLN tahun ini setiap dua bulan mulai 1 Juli 2014 lalu untuk golongan rumah tangga maupun industri. Kenaikan tarif listrik selanjutnya akan diberlakukan pada 1 September 2014 dan 1 November 2014 mendatang dengan besaran sekitar 5,36 hingga 11,57 persen. (*/jno)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.