Jakarta, (Antara) - Real Estat Indonesia (REI) menyatakan Menteri Perumahan Rakyat yang terpilih pada periode pemerintahan berikutnya harus berasal dari kalangan profesional dan bukan orang yang awam terhadap dunia properti. "REI berharap Menpera nantinya berasal dari kalangan profesional baik itu dari partai politik maupun non-partai politik," kata Ketua Umum DPP REI Eddy Hussy di Jakarta, Senin. Menurut Eddy Hussy, sosok yang menjabat sebagai Menpera mendatang harus mengerti dan memahami industri perumahan nasional guna mempercepat dukungan dan realisasi peningkatan sektor perumahan. Selain itu, ujar dia, Menpera ke depan juga sebaiknya memiliki gagasan mengenai konsep perumahan rakyat yang memahami regulasi dan bisa memberikan arah jalan keluar terhadap hambatan sektor perumahan saat ini. "Siapapun yang ditunjuk Presiden memimpin Kemenpera di kabinet mendatang, REI akan mendukung," katanya. Ia juga mengutarakan harapannya agar pihaknya bisa bersama-sama Menpera mendatang dapat duduk bareng bersama seluruh pemangku kepentingan seperti pihak perbankan dan perguruan tinggi. Hal itu, lanjutnya, perlu dilakukan guna memetakan permasalahan perumahan rakyat di Indonesia, serta untuk mencari solusi dan merencanakan program kerja bersama. "Berkembangnya sektor properti juga diperkirakan semakin pesat bila struktur kabinet yang baru berisi orang-orang yang kompeten di bidangnya dan kondisi makroekonomi bertambah baik," katanya. Sebelumnya, konsultan finansial senior Aidil Akbar mengatakan ledakan properti di Indonesia terjadi karena pertumbuhan kelas menengah seiring dengan kemajuan pertumbuhan ekonomi di Tanah Air. "Ledakan properti terjadi karena memenuhi kebutuhan masyarakat kelas menengah yang membesar," kata Aidil Akbar dalam acara diskusi investasi di properti yang digelar di Jakarta, Senin (23/6). Menurut Aidil Akbar, ledakan kelas menengah yang mengakibatkan semakin tingginya biaya hidup itu juga diakibatkan ledakan jumlah penduduk di Indonesia. Sedangkan jumah lahan terlebih di kota besar, ujar dia, sangat terbatas dan kondisi infrastruktur tidak memadai. (*/jno)
Berita Terkait
Menpera Konsultasi Pelanggaran Hunian Berimbang ke KPK
Kamis, 18 September 2014 12:13 Wib
Menpera Dorong Pembangunan Rusunawa dan MCK Komunal
Rabu, 10 September 2014 17:22 Wib
Menpera Tegaskan FLPP 2015 untuk Rumah Susun
Selasa, 19 Agustus 2014 11:12 Wib
Menpera Berkomitmen Tegakkan Aturan Hunian Berimbang
Sabtu, 14 Juni 2014 10:36 Wib
Menpera Desak Pengembang Terapkan Kawasan Hunian Berimbang
Selasa, 13 Mei 2014 13:00 Wib
Menpera: Rusun Solusi Penyediaan Rumah Bagi MBR
Selasa, 13 Mei 2014 12:41 Wib
Gita-Menpera "Nyoblos" di TPS Sama
Rabu, 9 April 2014 12:46 Wib
Menpera Gunakan Hak Pilih di TPS Setiabudi
Rabu, 9 April 2014 12:42 Wib
