Wartawan Radio Swedia Ditembak Mati di Kabul
Selasa, 11 Maret 2014 19:43 WIB
Kabul, Afghanistan, (Antara/AFP) - Seorang pria bersenjata menembak mati seorang wartawan berkewarganegaraan Swedia dan Inggris di Kabul tengah, Selasa, dalam pembunuhan langka siang hari terhadap warga asing di kota itu.
Taliban membantah bertanggung jawab bagi pembunuhan di distrik dekat restoran Libanon di ibu kota Afghanistan itu, tempat gerilyawan melancarkan serangan bunuh diri, yang menewaskan 21 orang, termasuk 13 warga asing pada Januari.
Duta Besar Swedia untuk Afghanistan Peter Semneby mengenali pria tewas itu sebagai wartawan radio Nils Horner.
"Disesalkan kami baru saja menerima konfirmasi bahwa Nils Horner, yang adalah koresponden radio nasional Swedia, ditembak dan tewas di Kabul pagi ini," kata dubes Peter Semneby kepada AFP.
"Kami tahu ia memiliki dwikewarganegaraan Inggris dan Swedia, Keluarganya telah diberitahu," katanya.
Seorang saksi di lokasi itu menyebut ia mendengar suara tembakan sebelum melihat korban jatuh di tempat dan seorang dokter di rumah sakit darurat Kabul mengaaan ia meninggal setibanya di rumah sakit itu.
"Ada dua orang yang lari. Mereka barangkali berusia 20 tahunan dan para petugas keamanan mengejar mereka ketika mereka lari," kata saksi mata kepada AFP yang tidak bersedia namanya disebutkan.
Pasukan keamanan segera ke lokasi dan menutup jalan, di mana ada darah berceceran.
Serangan itu terjadi saat banyak pasukan keamanan ibu kota itu dikerahkan sehubungan dengan pemakaman Wakil Presiden Mohammad Qasim Fahim, yang meninggal Ahad.
Taliban, yang melakukan pemberontakan terhadap pemerintah Presiden Hamid Karzai dukungan Barat sejak kelompok itu digulingkan dari pemerintah tahun 2001, membantah terlibat serangan itu.
"Kami memeriksa para petempur kami dan mereka tidak terlibat," kata juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid kepada AFP.
"Kami tidak bertanggung jawab atas insiden ini," katanya.
Serangan itu terjadi kurang dari sebulan sebelum pemilihan presiden di Afghanistan 5 April dan penarikan pasukan tempur NATO pada akhir tahun ini setelah 13 tahun memerangi Taliban. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Peringati HUT Ke-80, Radio Republik Indonesia Bukittinggi gelar RRI Fest 2025
07 September 2025 13:42 WIB
Gencarkan Edukasi Bahaya Kelistrikan di Hari Kanker Sedunia, PLN Gelar Talkshow di Radio Jam Gadang FM
06 February 2025 10:18 WIB, 2025
Enam finalis RRI Bukittinggi melaju ke babak final Bintang Radio 2023 di Jakarta
12 November 2023 18:24 WIB, 2023
Pemkot Bukittinggi apresiasi ajang pencarian bakat Bintang Radio 2023
11 November 2023 13:46 WIB, 2023
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018