Holly Pernah ke Kantor Gatot di BPK
Kamis, 24 Oktober 2013 21:02 WIB
Jakarta, (Antara) - Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Rikwanto mengatakan, Holly Angela Hayu sebelum dibunuh pernah sekali datang ke kantor Gatot Supiartono di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) namun tidak masuk ke dalam ruangan kerja.
"Holly diketahui pernah datang sekali ke kantor, tetapi tidak masuk. Dia hanya di pintu depan dan meninggalkan pesan tanpa bertemu Gatot," kata Kombespol Rikwanto di Jakarta, Kamis.
Rikwanto mengatakan, sesuai penjelasan staf Gatot, saat datang itu Holly mengaku bernama Hayu. Kedatangan Holly beberapa waktu lalu itu hanya untuk meninggalkan pesan bahwa dia datang.
Selain itu, staf Gatot juga mengatakan Surya Hakim beberapa kali datang menemui Gatot di kantornya, katanya.
"Dari pemeriksaan dua staf G kemarin, didapatkan keterangan bahwa S sering ke tempat G sejak 2012. Datang dua hingga empat kali dalam seminggu," ujar Kombespol Rikwanto.
Dijelaskan bahwa setiap kali datang, Surya bertemu dengan Gatot selama lima menit hingga 30 menit, tergantung dengan kebutuhan. Namun, staf Gatot tidak tahu kedatangan Surya itu untuk keperluan apa.
Menurut Rikwanto, pemeriksaan terhadap dua staf Gatot diperlukan untuk mengetahui mengenai keseharian tersangka pembunuhan Holly Angela Hayu itu di kantornya.
"Penyidik juga minta kepada staf Gatot untuk menyiapkan dokumen-dokumen terkait kepergian Gatot ke Australia meliputi perjalanan dinas dan surat-surat lainnya," tuturnya.
Setelah memeriksa dua staf Gatot berinisial M dan I, pada Kamis, penyidik juga memeriksa empat orang lagi, yaitu sopir dinas Gatot berinisial AS dan tiga stafnya berinisial W, D dan U.
Rikwanto mengatakan materi pemeriksaan terhadap AS, W, D dan U sama dengan materi pemeriksaan M dan I, yaitu tentang keseharian Gatot dan mengenai kedatangan Surya ke kantornya. Penyidik perlu tahu kapan saja Surya datang dan apa saja yang dilakukan.
Auditor BPK Gatot Supiartono diduga memerintahkan Surya merekrut beberapa orang untuk membunuh Holly. Penyidik menduga motif pembunuhan berencana itu adalah perasaan tertekan Gatot karena Holly menuntut beberapa hal, termasuk menceraikan istri pertamanya. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komplotan Pengganjal ATM yang dibekuk Polresta Padang pernah beraksi di berbagai daerah
08 November 2025 15:49 WIB
Tak Perpanjang Kontrak, Red Sparks kenang Megawati: Pemain paling cerdas yang pernah ada
10 April 2025 18:47 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018