
Mengenal Muhibuddin, pimpinan baru Kejati Sumbar yang pernah di KPK

Padang (ANTARA) - Tongkat komando pimpinan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatra Barat (Sumbar) akhirnya resmi berpindah dari tangan Yuni Daru Winarsih kepada Muhibuddin.
Ya, laki-laki asal Aceh itu kini menjadi pimpinan di Kejati Sumbar, membawahi para Asisten, Kejaksaan Negeri, serta Cabang Kejaksaan Negeri di "Ranah Minangkabau".
Meskipun berstatus sebagai pejabat baru di Sumbar, tapi laki-laki kelahiran 1968 tersebut bukanlah sosok yang baru di tubuh Korps Adhyaksa.
Ia merupakan Jaksa senior yang telah malang-melintang dalam kancah penegakkan hukum, tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri.
Muhibuddin pernah mengisi berbagai jabatan di tubuh Kejaksaan sebelum dipercaya menjadi Kajati Sumbar, terakhir adalah Direktur Pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung RI.
Di luar Kejaksaan, Laki-laki itu juga pernah bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai Koordinator Bidang Pelacakan Aset dan Eksekusi.
*Kisah penyelamatan WNI di luar negeri
Muhibuddin juga pernah menjalankan tugasnya di luar negeri tatkala menjadi Atase Hukum di KBRI Riyadh, Kementerian Luar Negeri RI.
Dalam posisi itu ia bersama dengan tim Diplomat berupaya menyelamatkan Warga Negara Indonesia (WNI) yang terjerat masalah hukum di luar negeri.
Upayanya bersama tim Diplomat dan Kementerian Luar Negeri tidak mudah, karena beberapa WNI ada yang terancam hukuman mati.
Sedangkan dirinya mempunyai misi untuk membawa WNI yang divonis mati itu pulang ke pangkuan "Ibu Pertiwi" dalam kondisi selamat, sesuai prosedur hukum yang sah.
Dalam kurun waktu empat tahun, setidaknya ia dengan tim telah menyelamatkan 12 WNI yang hendak dihukum mati. Selanjutnya para WNI itu bisa dibawa pulang ke Indonesia.
Satu di antaranya adalah kisah Satinah (46), warga Unggaran, Semarang, eks Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang lolos dari hukuman mati dan pulang ke Indonesia.
Mengagumi ranah Minangkabau
Ketika berdialog di ruang kerjanya pada Kamis (30/10), Muhibuddin mengisahkan bahwa dirinya mengenal baik ranah Minangkabau.
Ia juga menyebut nama-nama besar yang telah menginspirasi seperti Moh Hatta, Sutan Syahrir, M Natsir, Tan Malaka, Buya Hamka, dan sederet tokoh lainnya.
Menurutnya, Sumbar memiliki peran penting bagi Indonesia. Katanya: "Bayangkan jika nama-nama hebat tersebut tidak keluar dari Sumbar waktu itu?, kira-kira apa yang terjadi?," katanya mengagumi.
Ia mengatakan dirinya selaku pimpinan Kejati Sumbar akan berbuat yang terbaik bagi provinsi setempat, terutama dalam menghadirkan keadilan lewat penegakkan hukum.
Oleh Fathul Abdi
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
