Solok, Sumbar, (Antara) – Populasi sapi dan kerbau di Kota Solok, Sumatera Barat berkurang sebanyak 09,09 persen atau sebanyak 164 ekor selama dua tahun terakhir. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Solok, Yuliandri, SE, MM di Solok, Selasa, mengatakan dari pendataan yang dilakukan lembaganya populasi sapi dan kerbau di Kota Solok berkurang sebanyak 164 ekor tahun 2013 dibanding pendataan serupa yang dilaksanakan pada 2011 lalu. “Populasi sapi dan kerbau hasil pendataan tahun 2011 sebanyak 1.803 ekor, sementara dari pendataan tahun 2013 populasi sapi dan kerbau di Kota Solok hanya tinggal 1.639 ekor,†katanya. Dia merincikan menurut wilayah, kecamatan yang memiliki sapi dan kerbau paling banyak adalah Kecamatan Lubuk Sikarah, dengan jumlah populasi sebanyak 1.069 ekor, dengan rincian per kelurahan masing-masing Kelurahan Tanah Garam sebanyak 648 ekor, Kelurahan VI Suku 189 ekor, Sinapa Piliang 17 ekor, IX Korong 14 ekor, Kampai Tabu Kerambil 27 ekor, Aro IV Korong 29 ekor dan Kelurahan Simpang Rumbio 145 ekor. Sedangkan populasi sapi dan kerbau di Kecamatan Tanjung Harapan hanya sebanyak 570 ekor, dengan rincian Kelurahan Pasar Pandan Air Mati 8 ekor, Tanjung Paku 61 ekor, Nan Balimo 140 ekor, Kampung Jawa 245 ekor dan Laing 110 ekor. Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan Kota Solok, Fatrial Panai mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan populasi sapid an kerbau, dengan cara mengoptimalkan pelaksanaan program penyelamatan sapi dan kerbau betina produktif di daerah itu dan mendorong masyarakat dan petani untuk tidak memotong sapi betina produktif. (**/aur)