Sembilan Syiah Cedera Dalam Serangan Granat di Pakistan
Jumat, 20 September 2013 5:54 WIB
Karachi, (Antara/AFP) - Sembilan orang cedera dalam serangan granat tangan yang ditujukan pada sebuah masjid Syiah di kota pelabuhan Karachi, Pakistan, Kamis, kata sejumlah pejabat.
Serangan itu berlangsung di Majeed Colony di daerah wilayah timur yang ramai, Landhi.
"Penyerang melemparkan granat tangan ke sebuah masjid Syiah yang melukai sembilan orang, dua diantaranya dalam keadaan serius," kata kepala kepolisian kota itu Shahid Hayat kepada AFP.
Ia menambahkan, masjid itu merupakan sasaran dan penyerang kemudian melarikan diri.
Polisi senior setempat Nasir Aftab juga mengkonfirmasi serangan itu dan mengatakan, mereka yang terluka semuanya orang Syiah yang sedang mengikuti acara keagamaan.
Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.
Karachi, kota terbesar di Pakistan yang berpenduduk 18 juta jiwa, dilanda gelombang serangan pembunuhan dan penculikan yang dituduhkan pada militan garis keras dan ketegangan politik serta etnik.
Pada 4 September, seorang perwira senior Angkatan Laut Pakistan ditembak mati dan istrinya yang keturunan Swedia cedera dalam serangan di kota pelabuhan itu.
Kapten Naveed dan istrinya ditembak di sebuah jalan yang ramai di dekat Stadion Nasional tempat permainan kriket di daerah timur kota tersebut.
Pada Mei 2011, militan Taliban menyerbu sebuah pangkalan AL menghancurkan dua pesawat intai P-3C Orion dan membunuh 10 personel dalam serangan 17 jam.
Pakistan dilanda serangan-serangan bom bunuh diri dan penembakan yang menewaskan lebih dari 5.200 orang sejak pasukan pemerintah menyerbu sebuah masjid yang menjadi tempat persembunyian militan di Islamabad pada Juli 2007.
Kekerasan sektarian meningkat sejak gerilyawan Sunni memperdalam hubungan dengan militan Al Qaida dan Taliban setelah Pakistan bergabung dalam operasi pimpinan AS untuk menumpas militansi setelah serangan-serangan 11 September 2001 di AS.
Pakistan juga mendapat tekanan internasional yang meningkat agar menumpas kelompok militan di wilayah baratlaut dan zona suku di tengah meningkatnya serangan-serangan lintas-batas gerilyawan terhadap pasukan internasional di Afghanistan. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPKH gandeng Universitas Syiah Kuala gelar seminar pengelollan keuangan haji
15 September 2023 10:35 WIB, 2023
Universitas Syiah Kuala Darussalam subsidi kuota internet untuk perkuliahan daring
21 April 2020 17:19 WIB, 2020
Disebut-sebut Pesta Budaya Tabuik aliran Syiah, ini penjelasan Wako Pariaman
24 September 2018 13:16 WIB, 2018
Gerilyawan Syiah Yaman, Al-Houthi akui serang kapal Arab Saudi di pantai barat
26 July 2018 8:53 WIB, 2018
Gerilyawan Syiah Yaman Al-Houti luncurkan rudal ke kamp radar Saudi Arabia
20 May 2018 9:55 WIB, 2018
Bachtiar Nasir ajak sunni dan syiah saling menghormati untuk kerukunan dan persatuan umat
02 May 2018 10:07 WIB, 2018
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018