Logo Header Antaranews Sumbar

Gubernur ajak masyarakat maknai Idul Fitri dengan kepedulian sosial

Sabtu, 21 Maret 2026 12:08 WIB
Image Print
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi diwawancarai setelah pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Kota Padang, Sabtu (21/3/2026). ANTARA/Dokumen Pribadi

Kota Padang (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi mengajak masyarakat untuk memaknai Idul Fitri tahun ini dengan memperkuat kepedulian sosial, terutama terhadap warga yang tidak mampu di provinsi itu.

"Selama ini kita telah ditempa selama Ramadhan bagaimana merasakan susahnya orang tidak makan dan minum. Karenanya diharapkan ini semakin menguatkan kepedulian sosial masyarakat," katana di Padang, Sabtu,

Hal itu, katanya, juga berlaku bagi pemerintah yang mana tentu akan memberikan keberpihakan dan perhatian kepada masyarakat yang tergolong tidak mampu melalui kebijakan atau program.

Selain itu, kata dia, Idul Fitri dapat dimaknai dengan semangat persatuan dan kesatuan. Apalagi, kedua hal tersebut telah diajarkan selama Ramadhan melalui shalat yang dilakukan secara berjamaah, tidak hanya shalat wajib tetapi juga shalat sunah seperti tarawih yang dilaksanakan bersama-sama.

"Tidak ada kesuksesan tanpa adanya persatuan. Oleh sebab itu kembali kepada fitrah bagaimana merawat kebersamaan, semangat persatuan termasuk bagaimana menghindari hal-hal yang akan memecah belah," katanya.

Dia mengakui kelemahan umat islam sekarang ini, yakni dipecah belah atau diadu domba satu sama lainnya, termasuk terkait dengan pandangan mengenai Sunni dan Syiah.

"Memang itulah pekerjaan zionis yang tidak rela umat Islam menyatu. Mereka berusaha memecah, mengadu domba, merusak iman, merusak akhlak dan lainnya," katanya.

Ia menjelaskan sikap kepedulian pada dasarnya telah ditunjukkan saat Ramadhan melalui pembayaran zakat. Hal itu merupakan bukti konkret dari melapangkan masyarakat yang kesusahan.

Apalagi, katanya, mengeluarkan harta yang dimiliki untuk menghilangkan kesulitan orang lain baik itu sebangsa dan setanah air maupun umat Muslim di negara lain, seperti Palestina atau Sudan, salah satu upaya meningkatkan ketaqwaan seseorang.

"Jadi selepas Ramadhan ini, kita juga akan ringan untuk membantu yang susah. Kita juga ringan untuk mengalokasikan anggaran-anggaran untuk kepentingan masyarakat," ujarnya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026