Mandiri Sekuritas Tangani IPO Anak Perusahaan BUMN
Kamis, 25 Juli 2013 4:45 WIB
Jakarta, (Antara) - Mandiri Sekuritas menjadi penasihat keuangan dua anak perusanaan BUMN yang berencana pada kuartal IV 2013 melakukan penawaran saham perdana ke publik (IPO) dengan nilai sekitar Rp2 triliun.
"Kami sudah mendapat mandat sebagai 'financial advisor' (penasihat keuangan) dalam pra-IPO kedua anak usaha BUMN tersebut," kata Direktur Mandiri Sekuritas Imam Rachman, saat acara buka puasa bersama dengan wartawan, di Jakarta, Rabu.
Menurut Imam, penanganan kedua perusahaan tersebut masih dalam tahap pra-IPO, nanti setelah mendapat rekomendasi, baru penanganannya komprehensif.
Ia menjelaskan, dalam kajian untuk IPO kedua BUMN tersebut masih dimungkinkan untuk menggunakan laporan keuangan periode Juni 2013.
Jumlah saham yang akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia berkisar 30 persen, sehingga kedua perusahaan itu tetap menjadi mayoritas.
Meski demikian, Imam tidak bersedia menyebutkan nama perusahaan yang akan "go public" tersebut, karena alasan kerahasiaan.
Imam hanya menjelaskan, bahwa IPO BUMN maupun anak usaha BUMN selalu menarik perhatian investor.
Terbukti saham BUMN saat melakukan penawaran perdana selalu diincar oleh investor karena publik mengenal BUMN sebagai perusahaan yang memiliki tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
"Saham BUMN selalu bagus baik di pasar perdana maupun sekunder. Jadi kita sangat mendukung kalau BUMN itu banyak yang IPO," kata Imam.
Sebelumnya Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan tengah mendorong perusahaan "pelat merah" untuk melantai di bursa saham.
Pada tahun 2013 tercatat baru satu BUMN yang merealisasikan IPO di BEI, yaitu PT Semen Baturaja.
Meski realisasi IPO BUMN sangat minim, namun sejumlah nama anak usaha BUMN yang dinominasikan akan melantai di bursa saham seperti PT Pertamina Drilling Services Indonesia, PT Pertamina Gas, PT Geothermal Energi (anak usaha PT Pertamina), PT PLN Enjinering, PT PLN Batam (anak usaha PT PLN).
Selanjutnya PT GMF Aero Asia, dan Aero Wisata (anak usaha Garuda Indonesia), PT Phapros dan PT Mitra Ogan (anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia).
Anak-anak usaha BUMN tersebut dinilai berpotensi IPO karena memiliki kinerja yang baik dibandingkan dengan anak usaha lainnya. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BNI Sekuritas pastikan layanan tetap normal selama pandemi Virus Corona
16 April 2020 11:17 WIB, 2020
IHSG awal pekan anjlok seiring turunnya harga minyak, ini analisis Tim Riset Samuel Sekuritas
09 March 2020 10:19 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018