Mentan: Pemerintah Harus Selektif Daftar Penerima Raskin
Sabtu, 8 Juni 2013 18:09 WIB
Suswono
Batang, (Antara) - Menteri Pertanian Suswono menyatakan pemerintah harus selektif dalam membuat daftar penerima raskin karena hingga kini masih banyak warga berkategori mampu masih menerima jatah bantuan berupa beras itu.
"Sekitar 60 persen petani Indonesia merupakan penerima beras untuk warga miskin (Raskin). Ironisnya, warga kaya juga ikut meminta jatah raskin sehingga mengurangi bantuan pada mereka yang berhak menerima beras itu," katanya di Batang, Sabtu.
Menurut dia, untuk mengantisipasi adanya warga yang tidak berhak menerima raskin tetapi kenyataannya menerima jatah maka pemerintah harus selektif dan perlu menempelkan stiker pada rumah mereka.
"Warga berstatus kaya yang tetap meminta raskin, bila perlu dipasang stiker dengan kalimat tegas "menerima raskin saya siap bertanggungjawab di akhirat," katanya.
Menurut dia, pemerintah ingin pertanian maju sebagai upaya menyokong ketahanan pangan dan menyejahterakan masyarakat.
Apalagi, kata dia, lembaga pangan dunia (Food and Agriculture Organizationor/FAO) sudah memberikan peringatan pada seluruh negara agar memperkuat ketahanan pangan karena hal ini sudah menjadi persoalan dunia dan sudah ada yang memprediksi akan adanya konflik antarnegara mengenai persoalan pangan.
"Oleh karena itu, peringatan FAO sangat penting dan sejak dini harus direspon. Kita usahakan masalah komoditas pangan bisa dihasilkan dari dalam negeri sendiri," katanya.
Ia menambahkan bahwa pada 2045, penduduk diperkirakan sudah mencapai sembilan miliar dan kebutuhan pangan akan meningkat padahal tantangan semakin berat terutama karena perubahan iklim.
Terkait mengenai rencana kenaikan BBM, Mentan Suswono mengatakan bahwa para petani tidak usah khawatir mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak itu karena pemerintah sudah menyiapkan sejumlah strategi.
"Dampak kenaikan harga BBM, pemerintah akan memberikan kompensasi apakah dalam bentuk raskin atau bantuan langsung pada masyarakat, dan bantuan siswa miskin (BSM)," katanya. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah pusat bantu perbaikan tiga rumah di Pariaman terdampak bencana hidrometeorologi
13 February 2026 18:22 WIB
Bulog Bukittinggi serap Cadangan Beras Pemerintah di Pasaman dan Pasaman Barat
12 February 2026 19:21 WIB
WFA Lebaran 2026 Ditetapkan, Pemerintah Imbau Perusahaan Tak Pangkas Cuti Karyawan
12 February 2026 16:03 WIB
Pemerintah bersama warga Pariaman alihkan arus sungai ancam rumah pasca-bencana
09 February 2026 18:32 WIB
Kemenkum Sumbar perkuat perlindungan Songket Silungkang Sawahlunto untuk dukung UMKM
05 February 2026 17:36 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018