Jakarta, (Antara) - Menteri BUMN Dahlan Iskan menilai Menteri Keuangan Chatib Basri yang baru dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merupakan sosok yang mumpuni dan sanggup menjalankan tugas dengan baik. "Dia (Chatib) sudah pernah di birokrasi, bukan berasal dari partai, sehingga posisinya bisa lebih independen," kara Dahlan usai menghadiri perayaan Hari Kebangkitan Nasional bersama dengan sekitar 10.000 orang guru se-Kabupaten Bogor, di 'Sentul International Convention Center' (SICC), Bogor, Jabar, Selasa. Menurut Dahlan, sesuai dengan latar belakangnya, Chatib juga dinilai mampu bekerja memenuhi target-target yang ditetapkan pemerintah. "Target-target indikator makro ekonomi, target pertumbuhan, menekan inflasi, investasi yang tinggi saya kira dapat dicapai," ujar Dahlan. Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, harus didukung investasi pada skala yang tinggi. "Itu (investasi) sudah sejalan, karena dia (Chatib) sebelumnya berhasil menggerakkan investasi ketika menjadi Kepala BKPM. Saya pikir dia dapat mengkombinasikan target-target makro dengan investasi yang meningkat." tukasnya. Lebih dari itu, mantan Dirut PT PLN ini juga menilai bahwa Chatib mampu mendisiplinkan APBN, mengerem inflasi untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM bersubsidi dan menghadapi bulan Ramadhan dan Lebaran 2013. Pada Senin (20/5), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi menunjuk Chatib Basri menjadi Menteri Keuangan RI, menggantikan Agus Martowadojo. Adapun pengangkatannya sebagai Menkeu ditetapkan melalui surat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 60P Tahun 2013. Chatib Basri meraih gelar sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1992. Melanjutkan pendidikan di Australia National University dan berhasil mendapat gelar Master of Economic Development pada 1996. Pada 2001 Chatib memperoleh gelar PhD di bidang Ekonomi dari universitas yang sama. Setelah meraih gelar sarjananya, Chatib bekerja sebagai peneliti di LPEM-FEUI sekaligus dosen FEUI. Periode 1997-2001, Chatib menjabat sebagai asisten peneliti di departemen ilmu ekonomi Australia National University. Sejak tahun 2005, Chatib bertugas sebagai anggota "Advisory Team to the Indonesian National Team on International Trade Negotiation". Dia juga ditunjuk sebagai konsultan di berbagai lembaga internasional seperti World Bank, USAID, AUSAID, OECD, dan UNCTAD, Asian Development Bank serta menjadi anggota "Asia and Pacific Regional Advisory Group" dari International Monetary Fund. Chatib Basri sempat menjadi anggota Dewan Komisaris di beberapa perusahaan publik, antara lain PT Astra International, PT Indika Energy, serta Axiata Group Bhd (Malaysia). Pada 13 Juni 2012, Chatib ditunjuk SBY sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggantikan Gita Wirjawan yang dipercaya presiden menjadi menteri perdagangan. (*/jno)