Menikmati Saluang dan Rabab di BIM
Jumat, 31 Mei 2019 20:00 WIB
Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian. (ANTARA SUMBAR/Miko Elfisha)
Padang (ANTARA) - Pemudik yang menggunakan jasa transportasi udara ke Sumatera Barat disambut dengan kesenian khas daerah Saluang dan Rabab di ruang tunggu bagasi Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
"Mulai hari ini (Jumat) kita sajikan kesenian khas daerah di BIM. Sambil menunggu bagasi, pemudik bisa menikmati alunan saluang dan gesekan rabab," kata Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian di Padang, Jumat.
Saluang adalah alat musik tiup khas Minang yang dimainkan mengiringi lagu yang disebut dendang sementara rabab adalah alat musik gesek seperti biola namun lebih sederhana. Juga digunakan mengiringi dendang. Hiburan kesenian rakyat bagi pemudik itu akan disajikan setiap hari hingga H+4 Lebaran 2019.
"Saluang dan rabab kita pilih karena khas dan suaranya tidak terlalu keras sehingga semua bisa menikmati," ujar Oni.
Pada hari pertama banyak pemudik yang datang mengabadikan sajian khas itu dengan video di ponsel. Sebagian juga asik berswafoto.
"Kita senang bisa mendapatkan apresiasi seperti itu," katanya.
Selain kesenian rakyat, pemudik juga akan disambut oleh Uda-Uni dari kabupaten/kota di Sumbar yang sekalian membagikan peta informasi destinasi wisata daerah yang bisa dikunjungi pemudik.
Uniknya Uda-Uni itu hanya akan membagikan informasi wisata daerah asalnya. Jika yang sedang bertugas menyambut pemudik adalah Uda-Uni Payakumbuh, maka mereka hanya akan membagikan peta wisata Payakumbuh.
"Kita berharap ini bisa mempromosikan pariwisata daerah serta bisa menggenjot jumlah kunjungan wisatawan " katanya.
Oni juga mengucapkan terima kasih kepada Angkasa Pura II yang bersedia menyediakan tempat strategis untuk sambutan kesenian rakyat itu.
"Lokasinya di ruang tunggu bagasi dekat pusat informasi pariwisata milik Kementerian Pariwisata. Sangat strategis," katanya.
"Mulai hari ini (Jumat) kita sajikan kesenian khas daerah di BIM. Sambil menunggu bagasi, pemudik bisa menikmati alunan saluang dan gesekan rabab," kata Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian di Padang, Jumat.
Saluang adalah alat musik tiup khas Minang yang dimainkan mengiringi lagu yang disebut dendang sementara rabab adalah alat musik gesek seperti biola namun lebih sederhana. Juga digunakan mengiringi dendang. Hiburan kesenian rakyat bagi pemudik itu akan disajikan setiap hari hingga H+4 Lebaran 2019.
"Saluang dan rabab kita pilih karena khas dan suaranya tidak terlalu keras sehingga semua bisa menikmati," ujar Oni.
Pada hari pertama banyak pemudik yang datang mengabadikan sajian khas itu dengan video di ponsel. Sebagian juga asik berswafoto.
"Kita senang bisa mendapatkan apresiasi seperti itu," katanya.
Selain kesenian rakyat, pemudik juga akan disambut oleh Uda-Uni dari kabupaten/kota di Sumbar yang sekalian membagikan peta informasi destinasi wisata daerah yang bisa dikunjungi pemudik.
Uniknya Uda-Uni itu hanya akan membagikan informasi wisata daerah asalnya. Jika yang sedang bertugas menyambut pemudik adalah Uda-Uni Payakumbuh, maka mereka hanya akan membagikan peta wisata Payakumbuh.
"Kita berharap ini bisa mempromosikan pariwisata daerah serta bisa menggenjot jumlah kunjungan wisatawan " katanya.
Oni juga mengucapkan terima kasih kepada Angkasa Pura II yang bersedia menyediakan tempat strategis untuk sambutan kesenian rakyat itu.
"Lokasinya di ruang tunggu bagasi dekat pusat informasi pariwisata milik Kementerian Pariwisata. Sangat strategis," katanya.
Pewarta : Miko Elfisha
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hujan tidak halangi pertunjukan seni Pekan Kebudayaan Daerah di Taman Budaya Sumbar
05 October 2024 8:58 WIB, 2024
Pemkab Solok Selatan sosialisasi stunting lewat seni Rabab dan Randai
12 November 2023 13:07 WIB, 2023
Rabab Pasisia becomes mandatory entertainment for every official government event
25 October 2019 14:58 WIB, 2019
Kagumi Rabab Pasisia, Kapolres Cepi Noval ingin populerkan alat musik Pesisir Selatan
16 October 2019 17:17 WIB, 2019
Pesisir Selatan akan bangun Tugu Rababdi pintu masuk ibu kota Kabupaten
19 August 2019 12:33 WIB, 2019