
Wako Padang Panjang evaluasi toko Pasar Pusat yang tidak aktif berjualan

Padang Panjang (ANTARA) - Wali Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Hendri Arnis menegaskan akan mengevaluasi sejumlah toko di Pasar Pusat Padang Panjang yang diketahui telah memiliki pemilik, namun tidak dimanfaatkan untuk aktivitas jual beli.
Saat meninjau Pasar Pusat Padang Panjang, Hendri menemukan beberapa toko yang berada di lokasi strategis dalam kondisi tertutup dan tidak digunakan untuk berjualan.
"Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama karena keberadaan toko di pasar sejatinya harus memberikan manfaat bagi aktivitas ekonomi masyarakat," kata Hendri Arnis di Padang Panjang.
Ia mengatakan pedagang yang benar-benar ingin berusaha dan aktif berjualan harus memperoleh kesempatan yang sama untuk menempati lokasi yang potensial. Sebaliknya, toko yang terus-menerus tutup perlu dievaluasi agar tidak menghambat geliat perdagangan di pasar.
Menurut dia, penataan pasar tidak hanya berkaitan dengan penempatan pedagang, tetapi juga memastikan seluruh fasilitas pasar dimanfaatkan secara optimal.
"Dengan toko-toko yang aktif beroperasi, pasar akan menjadi lebih hidup, menarik lebih banyak pengunjung, dan memberi dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat," ujarnya.
Hendri menjelaskan peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan aktivitas perdagangan berjalan lebih tertib dan nyaman, sekaligus berdialog langsung dengan para pedagang terkait kondisi pasar.
Ia menambahkan, kegiatan itu merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mewujudkan pasar yang lebih rapi, bersih, dan nyaman sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Didampingi sejumlah pejabat terkait, Hendri menyusuri lorong-lorong pasar, menyapa pedagang dan pembeli, serta mendengarkan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Dalam dialog tersebut, sejumlah pedagang menyampaikan keluhan terkait aktivitas jual beli dan penempatan lokasi berdagang. Menanggapi hal itu, Hendri meminta penataan pedagang terus dilakukan secara bertahap dan berkeadilan.
Salah satu langkah yang disiapkan pemerintah daerah yakni mengarahkan pedagang kaki lima yang masih berjualan di area kurang tertata untuk memanfaatkan toko-toko yang belum terisi di dalam bangunan pasar.
Menurut Hendri, langkah tersebut diharapkan dapat memperlancar sirkulasi pengunjung sekaligus menghidupkan aktivitas perdagangan di dalam gedung Pasar Pusat Padang Panjang.
"Kami ingin pasar yang tertata, ramai, dan aktif menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan kenyamanan masyarakat saat berbelanja," katanya.
Pewarta: Isril Naidi
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
