
Kepala Perpusnas dorong PDIKM Padang Panjang jadi pusat literasi dan budaya

Padang Panjang (ANTARA) - Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia Endang Aminudin Aziz mendorong optimalisasi kawasan Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) di Padang Panjang, Sumatera Barat, sebagai pusat kegiatan literasi, pendidikan, dan kebudayaan yang melibatkan masyarakat secara luas.
Saat mengunjungi Museum Bustanil Arifin di kawasan PDIKM, Rabu, Endang mengatakan museum dan pusat dokumentasi budaya tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi sejarah, tetapi juga harus berkembang menjadi ruang edukasi dan aktivitas masyarakat berbasis literasi.
"Perpusnas memiliki sejumlah program yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah, termasuk bantuan pembiayaan bagi komunitas literasi yang aktif menyelenggarakan kegiatan untuk meningkatkan budaya baca masyarakat," katanya.
Ia menjelaskan Perpusnas membuka peluang kemitraan dengan komunitas-komunitas yang aktif mengembangkan budaya baca melalui berbagai program yang telah disiapkan.
Menurut dia, kawasan seperti PDIKM perlu dimanfaatkan untuk penyelenggaraan berbagai kegiatan berbasis buku dan literasi, seperti diskusi buku, pelatihan literasi, pameran budaya, hingga kegiatan edukatif lainnya yang dapat meningkatkan kunjungan masyarakat.
"Ini harus menjadi tempat yang produktif. Apalagi Padang Panjang dikenal sebagai Kota Literasi. Potensi yang ada perlu dimanfaatkan untuk melahirkan berbagai kegiatan literasi, pendidikan, dan kebudayaan yang berkelanjutan," ujarnya.
Kunjungan Kepala Perpusnas beserta rombongan disambut Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra yang didampingi jajaran Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Porapar) serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK).
Allex menyambut baik perhatian dan dukungan Perpusnas terhadap pengembangan literasi di Padang Panjang.
Menurut dia, keberadaan PDIKM harus terus dioptimalkan sebagai ruang publik yang tidak hanya menyimpan warisan sejarah dan budaya Minangkabau, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran dan kreativitas masyarakat.
"Apapun program dari pemerintah pusat akan kami dukung. Keberadaan PDIKM tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi sejarah dan budaya, tetapi juga harus menjadi ruang yang produktif, edukatif, dan mampu mendorong tumbuhnya kreativitas masyarakat," katanya.
Ia menambahkan semakin banyak kegiatan yang dilaksanakan di kawasan tersebut akan membuat PDIKM semakin dikenal serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan sektor pariwisata daerah.
Dalam kunjungan itu, Endang juga meninjau berbagai koleksi yang tersimpan di Museum Bustanil Arifin serta berdiskusi mengenai peluang pengembangan program literasi di kawasan PDIKM.
Pewarta: Isril Naidi
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
