Padang Panjang, (Antara Sumbar) - Harga cabai merah dan cabai rawit terus melonjak di tingkat pedagang pasar tradisional Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar).


         "Harga cabai terus naik. Kondisi itu sudah terjadi sejak beberapa minggu terakhir," kata Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Padang Panjang, Arpan di Padang Panjang, Rabu.


         Ia mengatakan kondisi itu diketahui setelah Diskoperindag melakukan survey harga kebutuhan pokok kesejumlah pedagang yang ada di pasar tradisional Padang Panjang.


         Kenaikan harga cabai merah itu, katanya, mencapai 11 persen dari harga sebelumnya Rp72.000 perkilogram menjadi Rp80.000 perkilogram.


         "Sedangkan untuk harga cabai rawit naik dari Rp40.000 perkilogran menjadi Rp45.000 perkilogram," ujarnya.


         Kenaikan harga cabai itu terangnya, karena permintaan masyarakat banyak sementara ketersediaan barang masih seperti biasanya dan bahkan bisa sedikit.


         "Itu sudah merupakan hukum pasar, jika ketersediaan barang sedikit permintaan masyarakat sama harga naik dan demikian sebalaiknya,' jelasnya.


         Pedagang cabai di pasar tradisional Padang Panjang, Feri mengatakan transaksi jual beli cabai belakangan ini mengalami penurunan, karena harganya yang cukup tinggi.


         "Biasanya kami menghabiskan 500 kilogram perhari, namun saat ini hanya mencapai 300 kilogram perhari, karena masyarakat membeli sedikit karena harga cabai yang cukup tinggi," sebutnya.


         Masyarakat Padang Panjang, Khairatun Hisanun berharap harga cabai tersebut bisa kembali normal seperti biasanya, sehingga kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi terhadap kebutuhan pokok lainnya.


         "Terkadang kami membeli cabai merah untuk dikonsumsi terpaksa dikurangi karena harganya yang tinggi, guna menutupi kebutuhan pokok lainnya dari sisi keuangan," kata dia.  (*)