Logo Header Antaranews Sumbar

Warga Pariaman manfaatkan sawah terbengkalai luas 1 hektare tanam ribuan batang cabai

Selasa, 31 Maret 2026 18:16 WIB
Image Print
Wako Pariaman, Sumbar Yota Balad bersama jajaran dinas terkait meninjau lahan bekas persawahan di Desa Rawang yang diolah menjadi ladang cabai. Antara/HO-Diskominfo Pariaman

Pariaman (ANTARA) - Warga Desa Rawang, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sumatera Barat Sawirman (60) memanfaatkan lahan sawah terbengkalai milik warga lainnya dengan luas sekitar 1 hektare untuk ditanami 9.300 batang cabai guna memperkuat ekonomi keluarga dan ketahanan pangan daerah itu.

"Kami mengapresiasi warga yang telah mengolah lahan pertanian yang sudah lama terbengkalai menjadi lebih produktif, karena ini sejalan dengan program kami untuk mendukung program pemerintah pusat dalam hal ketahanan pangan," kata Wali Kota Pariaman Yota Balad di Pariaman, Selasa.

Ia mengatakan dirinya telah menginstruksikan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman untuk melakukan pemetaan terhadap seluruh lahan terbengkalai di daerah itu guna menentukan jenis komoditas yang cocok ditanam sehingga menjadi lahan produktif.

Hal tersebut dilakukan tidak saja sebagai upaya peningkatan perekonomian warga melalui sektor pertanian namun juga meningkatkan ketahanan pangan daerah.

“Upaya tersebut menjadi langkah strategis Pemkot Pariaman untuk menghidupkan kembali lahan tidur sekaligus memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan di Kota Pariaman,” katanya.

Yota juga menanggapi terkait kendala tidak adanya irigasi yang dikeluhkan petani di Desa Rawang sehingga terpaksa membiarkan lahan sawahnya tidak produktif.

Ia mengatakan Pemkot Pariaman berencana membangun saluran irigasi baru dari Desa Rawang menuju Dusun Kampung Sato, Desa Pauh Timur sehingga sawah terlantar di daerah itu dapat kembali produktif.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Pariaman produksi cabai rawit dan merah keriting di daerah itu pada 2025 mencapai 270,6 kuintal atau 27,06 ton. Angka tersebut turun sekitar 22,45 ton dari 2024 yang mencapai 49,41 ton.

Sementara itu, Sawirman mengatakan lahan bekas persawahan tersebut sudah terbengkalai selama enam tahun sehingga sudah dipenuhi semak belukar.

"Saya hubungi pemiliknya (minta izin) agar lahan tersebut bisa saya olah menjadi lahan yang produktif. Kebetulan pemiliknya setuju, maka saya jadikan ladang cabai," ujarnya.

Ia menjelaskan dipilihnya tanaman cabai sebagai pengganti padi pada lahan bekas persawahan tersebut karena kawasan itu tidak memiliki saluran air serta cabai dinilai lebih bernilai ekonomis.

"Semoga pada panen nanti, sekitar dua bulan lagi kami mendapatkan hasil panen yang maksimal," kata dia.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Rawang, Rafkiman mengatakan pihaknya terus mendorong warganya untuk lebih produktif dengan memanfaat lahan dan potensi yang tersedia guna meningkatkan perekonomian keluarga.

Dirinya menyambut positif rencana Pemkot Pariaman dalam membuat saluran irigasi di kawasan bekas persawahan di daerah tersebut guna mewujudkan ketahanan pangan desa dan kota itu.

Namun dirinya meminta Pemkot Pariaman tidak menjadikan rencana tersebut hanya sebuah wacana namun harus dapat direalisasikan segara agar petani bisa memanfaatkan lahan yang dimilikinya dengan hasil panen yang melimpah.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026