Logo Header Antaranews Sumbar

Jengkol dan cabai merah berandil sumbang inflasi Sumbar

Kamis, 5 Maret 2026 20:44 WIB
Image Print
Logo BPS.(dokumentasi BPS)

Padang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) menyebut komoditas cabai merah dan jengkol menjadi penyumbang inflasi atau kenaikan harga di provinsi setempat pada Februari 2026.

"Terdapat beberapa komoditas yang dominan mendorong terjadinya inflasi di antaranya jengkol dengan andil 0,04 persen, dan cabai merah 0,26 persen," kata Kepala BPS Provinsi Sumbar Nurul Hasanudin di Padang, Rabu.

Selain cabai merah dan jengkol, komoditas lainnya yang dominan menyebabkan inflasi di Ranah Minang ialah daging ayam ras mengalami inflasi sebesar 2,70 persen atau turut memberikan andil 0,04 persen.

Kemudian, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga turut menjadi pemicu utama terjadinya inflasi bulan ke bulan sebesar 2,58 persen dengan andil 0,14 persen dimana komoditas utamanya ialah emas perhiasan.

Selanjutnya kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga juga
memberikan kontribusi inflasi yang cukup besar yakni 0,80 persen dengan andil 0,14 persen dengan komoditas utama tarif air minum perusahaan air minum (PAM).

"Tarif air minum PAM ini kembali ke harga normal setelah sebelumnya ada pemberian diskon oleh PDAM Kota Padang," jelas dia.

Secara umum pada Februari 2026 Provinsi Sumbar mengalami inflasi sebesar 0,30 persen bila dibandingkan Januari 2026. Sementara, secara tahun kalender atau year to date Sumbar justru mengalami deflasi 0,85 persen, dan secara tahunan terjadi inflasi sebesar 4,39 persen.

Nurul menyebutkan tiga dari empat kabupaten dan kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumbar mengalami inflasi bulan ke bulan dengan inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Dharmasraya yakni sebesar 0,85 persen, disusul Kota Bukittinggi 0,50 persen, dan Kota Padang 0,32 persen. Sementara, Kabupaten Pasaman Barat mengalami deflasi sebesar 0,13 persen.

Ia menambahkan untuk inflasi secara tahun ke tahun yang tertinggi terjadi di Kota Bukittinggi yakni 5,17 persen, diikuti Kabupaten Dharmasraya 4,84 persen, Kota Padang 4,42 persen dan Kabupaten Pasaman Barat 3,81 persen.



Pewarta:
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026