Pemkab Pasaman Barat tekan harga cabai dan pangan lainnya dengan menggelar pangan murah bagi masyarakat

id Pemkab Pasaman Barat,Pasaman Barat, Sumatera Barat

Pemkab Pasaman Barat tekan harga cabai dan pangan lainnya dengan menggelar pangan murah bagi masyarakat

Sekretaris Daerah Pasaman Barat Doddy San Ismail didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ekadiana Oktavia saat memantau pelaksanaan gelaran pangan murah di Simpang Empat, Kecamatan Pasaman, Minggu (2/11/2025). ANTARA/Altas Maulana.

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat terus menekan harga cabai di pasaran dengan mengadakan gelaran pangan murah di Simpang Empat, Kecamatan Pasaman, Minggu.

"Dalam gelaran pangan murah ini kita menyediakan sejumlah komoditi pangan. Khusus cabai kita subsidi sebesar Rp20 ribu per kilogramnya. Sehingga kita menjual cabai hanya Rp50 ribu per kilogram, sedangkan harga di pasaran mencapai Rp70 ribu per kilogram," kata Sekretaris Daerah Pasaman Barat didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ekadiana Oktavia di Simpang Empat, Minggu.

Menurutnya dengan adanya gelaran pangan murah ini, ratusan masyarakat berdatangan dan sangat antusias membeli pangan yang disediakan.

Gelaran pangan murah ini diadakan merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan masyarakat di tengah kenaikan harga sejumlah komoditi pangan saat ini.

Dia mengatakan Dinas Ketahanan Pangan menggelar kegiatan gerakan pangan murah di sejumlah lokasi hampir setiap minggu. Penetapan lokasi itu seiring dengan kebutuhan dan permintaan masyarakat.

"Rata-rata item pangan yang kita jual sudah di subsidi lebih 10 persen dari harga pasar," ujarnya.

Kegiatan ini, katanya, akan terus dilakukan dengan bekerja sama dengan sejumlah pihak seperti Bank Indonesia, Bank Nagari, Perum Bulog dan kios partisipasi.

"Pemerintah hadir di tengah kebutuhan masyarakat. Selain subsidi kami juga mendekatkan kegiatan tersebut dengan permukiman masyarakat yang tersebar di 11 Kecamatan," katanya

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pasaman Barat Ekadina Oktavia mengatakan antusias masyarakat membeli komoditi pangan cukup tinggi.

Saat gelaran pangan murah di Simpang Empat sebanyak dua ton beras, 200 kilogram cabai dan 200 kilogram bawang terjual.

Sebelumnya tim pangan murah juga menambah komoditi minyak goreng, telur dan gula.

Pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah nagari (desa) tentang jenis kebutuhan pangan yang dominan dan perlu disubsidi serta dihadirkan di tengah masyarakat.

"Masyarakat saat ini membutuhkan beras, cabe, dan bawang karena harganya cukup tinggi di pasaran," ujarnya.

Dalam gelaran pangan murah pihaknya menjual menjual satu karung beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berisi lima kilogram seharga Rp 63.000, bawang merah dengan harga Rp Rp 22.000 per kilogram.

"Tiga item tersebut masing-masing sudah mendapat subsidi berbeda dengan harga yang dijual di pasar. Kita berharap kegiatan ini bisa berdampak langsung kepada masyarakat karena subsidi harga langsung dirasakan," harapnya.

Salah seorang masyarakat Meta (30) menyambut baik adanya gelaran pangan murah itu karena sangat membantu karena harganya di bawah harga pasar.

Menurutnya perbedaan harga dengan pedagang mencapai 10.000 per kilogram untuk bawang merah dan sekitar Rp20.000 untuk cabe merah.

Sementara beras perbedaan dengan harga di warung sekitar Rp5.000 per lima kilogram.

Dia berharap ke depan item pangan yang dijual bisa ditambah, karena harga di pasaran saat ini terus-menerus mengalami peningkatan.

Pewarta :
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.