Kamboja Siarkan Daftar Pemimpin Asing Hadiri Kremasi Sihanouk
Sabtu, 26 Januari 2013 16:21 WIB
Phnom Penh, (ANTARA/Xinhua-0ANA) - Kementerian Luar Negeri Kamboja pada Jumat menyiarkan daftar para pemimpin asing yang akan menghadiri upacara kremasi kerajaan mendiang Bapa Raja Norodom Sihanouk pada 4 Februari di ibu kota Kamboja.
Di antaranya adalah Jia Qinglin, ketua Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China, Perdana Menteri Prancis Jean-Marc Ayrault, Perdana Menteri Vietnam Nguyen Tan Dung, Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra, Perdana Menteri Laos Thongsing Thammavong, Wakil Presiden Filipina Jejomar Binay C., dan Pangeran Akishino dari Jepang.
Menurut pernyataan kementerian, Jia Qinglin, Jean-Marc Ayrault dan Pangeran Akishino akan diterima dalam pertemuan kerajaan secara terpisah oleh Raja Kamboja Norodom Sihamoni dan Ibu Ratu Norodom Monineath di Istana Kerajaan.
Sihanouk meninggal karena sakit pada usia 90 di Beijing pada 15 Oktober, tahun lalu. Saat ini, tubuhnya disemayamkan secara kenegaraan di Istana Kerajaan untuk memberi kesempatan bagi masyarakat yang memberikan penghormatan.
Jenazah raja akan dipindahkan dari Istana Kerajaan ke bangunan adat krematorium di Veal Preah Meru Square, di samping Istana pada 1 Februari dan disemayamkan selama tiga hari di lokasi sebelum dikremasi pada 4 Februari.
Juru bicara pemerintah Kamboja dan Menteri Informasi Khieu Kanharith mengatakan pekan lalu bahwa setidaknya 1,5 juta orang diperkirakan akan menghadiri upacara tersebut.
Satu pasukan keamanan sekitar 11.000 prajurit akan dikerahkan di ibu kota untuk menjamin ketertiban keamanan dan masyarakat selama upacara, kata Letnan Jenderal Kirt Chantharith, kata juru bicara Kepolisian Nasional.
Perdana Menteri Hun Sen mengatakan, ini akan menjadi upacara pemakaman kerajaan terbesar untuk mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada Bapa Raja untuk perang memperjuangkan kemerdekaan dari Prancis pada tahun 1953 dan memimpin pembangunan nasional 1954-1970.
Sihanouk menderita berbagai bentuk kanker, diabetes dan hipertensi dan telah dirawat oleh para dokter China di Beijing selama bertahun-tahun sebelum kematiannya.
Dia menulis dalam satu surat kerajaan pada Januari 2012 bahwa ia meminta tubuhnya untuk dikremasi bukannya dikuburkan dan abunya akan dimasukkan ke dalam wadah, sebaiknya terbuat dari emas, dan ditempatkan dalam stupa di Istana Kerajaan. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Cegah fans muncul di luar stadion, Liga Inggris siarkan lebih banyak pertandingan secara gratis
18 May 2020 16:40 WIB, 2020
Trump akan siarkan video operasi militer Baghdadi yang menewaskan pemimpin IS
29 October 2019 8:03 WIB, 2019
KPID kembali ingatkan lembaga penyiaran tidak siarkan kampanye di luar jadwal
18 March 2019 17:21 WIB, 2019
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018