London, (AntaraSumbar) - Kedatangan tim Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD-RI) yang mengadakan kunjungan kerja ke Italia untuk mempelajari sistem otonomi daerah mendapat sambutan dari Wakil Menteri Urusan Daerah, Otonomi dan Olah Raga Italia, Gianclaudio Bressa.


         Gianclaudio Bressa sendiri yang memimpin diskusi untuk memperdalam pemahaman mengenai otonomi daerah di kedua negara, demikiam Pelaksana Fungsi Polpensosbud KBRI Roma, Aisyah Allamanda kepada Antara London, Rabu.


         Selain itu, lembaga studi independen tentang Otonomi Daerah Italia, Istituto di Studi sui Sistemi Regionali, Federali e sulle Autonomie (ISSIRFA) secara khusus menyelenggarakan seminar dengan anggota DPD-RI.


         Dalam seminar ini, hadir Direktur ISSIRFA, Prof. Dr. Stelio Mangiameli, beserta para peneliti utama institusi dan juga Dubes RI di Roma August Parengkuan.


         Kedua pihak bertukar pandangan dan informasi mengenai penerapan otonomi daerah di kedua negara, antara lain terkait sejarah dan pembentukan daerah otonomi khusus, mekanisme pembagian kewenangan antara pusat dan daerah serta tantangan yang dihadapi dan langkah yang diambil dalam mengatasinya.


         Informasi dan masukan yang diperoleh dari kunjungan ini akan menjadi referensi bagi Komite I DPD RI dalam memperkaya materi revisi Undang-undang Otonomi Khusus Papua.


         Dalam pertemuan tersebut, anggota Komisi I DPD mendapatkan penjelasan mengenai proses reformasi konstitusi Italia dan disetujuinya rancangan perubahan konstitusi terkait dengan hubungan antara Senat dan Chamber of Deputy.


         Rancangan ini pada dasarnya mengurangi kewenangan senat dan mengatur kembali kewenangan pusat dan daerah yang juga merupakan masukan berharga dalam upaya penguatan sistem pemerintahan di Indonesia.


         Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ajang penguatan jaringan kerja sama kedua negara, khususnya dibidang pelaksanaan studi otonomi daerah dan federalisme, mengingat baik Indonesia maupun Italia memiliki profil khas sebagai negara republik yang menerapkan sistem desentralisasi asimetris.


         Anggota Komite I DPD RI yang turut menjadi delegasi, Ibu Hana Fadel Muhammad, secara khusus mengharapkan adanya kerja sama pemberian beasiswa penelitian dari ISSIRFA kepada peneliti-peneliti dari Indonesia.


         Menanggapi hal tersebut, Direktur ISSIRFA mengharapkan  kunjungan Komite I DPD RI ini dapat membuka jalan bagi peningkatan kerja sama antara ISSIRFA dengan Pemerintah Indonesia dan lembaga penelitian daerah yang ada di Indonesia.


         Sebelumnya, KBRI Roma memfasilitasi kunjungan Delegasi Panitia Perancang Undang-undang DPD RI yang mengadakan pertemuan dengan Ketua Komisi I Senat Italia dan Komisi I Chamber of Deputy Italia. (*)