Serangan Udara Pakistan Tewaskan 40 Gerilyawan di Barat Laut
Kamis, 18 September 2014 8:41 WIB
Islamabad, (Antara/AFP) - Militer Pakistan, Rabu, mengatakan
menewaskan 40 gerilyawan dan menghancurkan lima tempat persembunyian mereka dalam serangan udara terbaru sebagai bagian dari serangan besar terhadap Taliban di barat laut.
Pakistan mulai menekan setelah lama ditunggu-tunggu untuk melenyapkan benteng mereka dari Kabupaten Wazirisitan Utara, di perbatasan Afghanistan, pada Juni setelah serangan berdarah di
Bandara di Karachi yang akhirnya menenggelamkan perundingan perdamaian yang goyah dengan pemberontak.
Satu pernyataan militer mengatakan, "dalam serangan udara yang tepat", lima tempat persembunyian dan pembuangan amunisi dihancurkan dan empat puluh gerilyawan termasuk orang asing tewas di Desa Nawe Kili dan Zaram Asar, utara Dattakhel di Waziristan Utara.
Zona konflik terlarang kepada wartawan, sehingga tidak ada cara untuk memverifikasi secara independen jumlah dan identitas mereka yang tewas.
Kementerian luar negeri Pakistan Rabu mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan "protes keras" kepada Afghanistan setelah gerilyawan melancarkan serangan terhadap pasukan Pakistan dari sisi perbatasan Afghanistan di Waziristan Utara pada Selasa, di mana empat tentara Pakistan tewas.
"Antara 90-100 teroris memasuki wilayah Pakistan pada 16 September 2014 dari tempat-tempat suci yang baru didirikan di seberang perbatasan kota Khost, Afghanistan, di seberang Waziristan Utara," katanya.
"Serangan itu berhasil dipukul mundur oleh pasukan militer Pakistan, menimbulkan korban para teroris yang melarikan diri kembali ke Afghanistan, meninggalkan tiga mayat," kata kementerian itu.
Pakistan juga menyampaikan "keprihatinan serius" kepada pihak berwenang Afghanistan atas berdirinya tempat persembunyian militan di Provinsi Khost dan Paktika, Afghanistan, baru-baru ini, tambahnya.
Serangan udara, artileri, mortir dan pasukan darat semuanya telah digunakan untuk merebut kembali wilayah di Waziristan Utara, yang telah menjadi surga bagi para pejuang Pakistan Tehreek-e-Taliban (TTP) dan kelompok-kelompok gerilyawan lainnya.
Daerah suku semi-otonomi di perbatasan Afghanistan itu telah selama bertahun-tahun menjadi tempat persembunyian para pejuang Islam dari semua garis - termasuk Al-Qaida dan TTP serta para pejuang asing seperti dari Uzbek dan Uighur.
Washington menekan Islamabad selama bertahun-tahun untuk mengambil tindakan keras menghapus suaka di Waziristan Utara itu, yang militan telah gunakan untuk meluncurkan serangan terhadap
Pasukan NATO di Afghanistan.
Militer Pakistan mengatakan telah menewaskan lebih dari seribu gerilyawan dan kehilangan 86 tentara sejak awal operasi. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Strategi ALKO tembus pasar Oman: Ekspor kopi via udara demi kecepatan dan kualitas
30 April 2026 7:43 WIB
Sumbar butuh skuadron SAR sebagai mitigasi bencana, legislator Sumbar paparkan alasannya
25 February 2026 20:56 WIB
Pesawat Boeing B-737/AI-7304 Skadron Udara 5 TNI AU distribusikan bantuan ke Sumatera Barat
15 December 2025 23:11 WIB
Daerah terisolir, Pemkab Agam usulkan salurkan bantuan-evakuasi korban melalui udara
29 November 2025 9:38 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018