Logo Header Antaranews Sumbar

Sumbar butuh skuadron SAR sebagai mitigasi bencana, legislator Sumbar paparkan alasannya

Rabu, 25 Februari 2026 20:56 WIB
Image Print
Ketua Komisi II DPRD Sumatera Barat Khairuddin Simanjuntak. ANTARA/HO-Pribadi

Kota Padang (ANTARA) - Anggota DPRD Sumatera Barat Khairuddin Simanjuntak menyarankan pembentukan skuadron udara search and rescue (SAR) di provinsi setempat sebagai salah satu upaya penguatan mitigasi dan respons kebencanaan di daerah itu.

"Pembentukan skuadron SAR permanen di Sumbar merupakan kebutuhan mendesak," kata Ketua Komisi II DPRD Sumbar itu di Kota Padang, Rabu.

Khairuddin mengatakan kondisi geografis dan karakteristik wilayah dengan bentangan alam perbukitan serta garis pantai yang panjang menjadikan provinsi ini sangat rentan terhadap berbagai jenis bencana seperti gempa bumi, tsunami, banjir bandang, dan tanah longsor.

"Kita membutuhkan sistem respons cepat yang terintegrasi dan siaga 24 jam, termasuk dukungan armada udara untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses saat bencana terjadi," kata dia.

Menurut dia, di berbagai peristiwa bencana alam sebelumnya, tantangan utama yang dihadapi ialah keterbatasan akses menuju lokasi terdampak akibat infrastruktur terputus.

Keberadaan skuadron SAR dengan dukungan helikopter evakuasi, tim penyelamat terlatih, serta peralatan modern akan mempercepat proses penyelamatan korban dan distribusi bantuan kemanusiaan.

Ia memandang pembentukan skuadron ini sebagai langkah strategis jangka panjang, bukan sekadar respons situasional. Oleh karena itu, pihaknya mendorong adanya kajian teknis dan kebutuhan operasional pembentukan skuadron SAR.

"Pemerintah daerah perlu melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat dan lembaga terkait kebencanaan guna memperoleh dukungan regulasi dan anggaran," katanya.

Penguatan sinergi antara BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri dalam satu sistem komando terpadu yang efektif dan responsif diperlukan agar pembentukan skuadron SAR dapat diwujudkan.

Ia memandang usulan ini merupakan bagian dari investasi kemanusiaan. Sebab, setiap detik dalam situasi bencana sangat berarti sehingga dibutuhkan mitigasi kebencanaan yang responsif salah satunya skuadron SAR.

"Negara harus hadir dengan sistem yang kuat untuk melindungi rakyatnya," tambah.



Pewarta:
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026