Bangkok, (Antara/TNA-OANA) - Filipina dan Thailand telah sepakat untuk bekerja sama dalam mengevakuasi warganya di Libya, pada saat banyak pekerja Thailand diharapkan untuk kembali ke rumah pekan depan, kata Sihasak Puangketkeow, Sekretaris Tetap Thailand Luar Negeri. Sihasak, pejabat Menteri Luar Negerik, mengatakan ia telah membahas dengan Duta Besar Filipina untuk Thailand di evakuasi bersama pekerja dari kedua negara di Libya karena sekarang ada banyak orang Filipina yang bekerja di negara itu. Dia mengatakan kontak telah dibuat dengan agen perekrutan, sebagai tiga kelompok pekerja Thailand dijadwalkan untuk kembali ke rumah minggu depan. Sebanyak 83 pekerja Thailand diharapkan untuk meninggalkan Tunis, ibu kota Tunisia, pada Minggu sementara kelompok kedua yang terdiri dari 10 pekerja akan berangkat ke Kairo, ibukota Mesir, Senin depan dan kelompok lain dari 18 orang juga akan meninggalkan untuk Kairo Jumat depan. Permintaan telah dibuat dengan wakil menteri luar negeri dari Tunisia untuk pembebasan visa bagi warga Thailand transit di Tunisia, kata Sihasak. Sementara itu, delapan mahasiswa Thailand tiba di Bandara Internasional Suvarnabhumi sore ini setelah dievakuasi dari Libya dengan bantuan dari Departemen Luar Negeri. Seperti Thailand secara bertahap dievakuasi dari Libya atas masalah keamanan, Gen Prayuth Chan-ocha, pemimpin Dewan Nasional untuk Ketentraman dan Ketertiban (NCPO) yang juga panglima militer, memberikan perintah kepada badan keamanan, termasuk Departemen Pertahanan dan Departemen Luar Negeri untuk memberikan bantuan kepada warga Thailand yang ingin kembali ke rumah, kata seorang juru Bara dari NCPO. Gen Prayuth memantau dengan erat situasi di Libya, kata juru-bnnyak juru bicara itu. (MCOT berita online). (*/sun)