Penembakan Bandara Tripoli Rusak 90 Persen Pesawat
Selasa, 15 Juli 2014 8:34 WIB
Tripoli, (Antara/Reuters/AFP) - Penembakan bandara Tripoli
telah menghancurkan 90 persen pesawat yang diparkir di sana, kata Juru Bicara Pemerintah, Ahmed Lamine, Selasa.
"Pemerintah telah mempelajari kemungkinan untuk membawa
pasukan internasional untuk meningkatkan keamanan," katanya kepada wartawan.
Tidak segera jelas berapa banyak pesawat yang hancur,
tetapi bandara tetap berfungsi sebagai kandang utama bagi beberapa penerbangan Libya.
Perserikatan Bangsa-Bangsa Senin mengumumkan mengungsikan petugasnya yang masih ada di Libya akibat keamanan memburuk, sehari sesudah bentrokan maut menutup bandar udara utama negara itu.
"UNSMIL (Duta Pendukung Perserikatan Bangsa-Bangsa di Libya) menarik sementara petugasnya dari Libya karena keamanan," kata pernyataan duta itu, yang mengeluarkan puluhan petugasnya pada pekan lalu.
"Setelah pertempuran terkini pada Minggu dan karena penutupan bandar udara antarbangsa Tripoli, utusan ini menyimpulkan bahwa tidak mungkin melanjutkan pekerjaan, sementara pada saat sama memastikan keamanan dan keselamatan pada petugasnya," katanya.
"Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang berdiri bersama rakyat Libya dalam revolusi mereka pada 2011, tidak akan meninggalkan mereka saat mereka berusaha membangun negara demokratik," katanya.
Para saksi mata menyatakan iringan Perserikatan Bangsa-Bangsa meninggalkan Tripoli pada Ahad melalui darat menuju perbatasan Tunisia, 170 kilometer sebelah barat.
Bandar udara antarbangsa Tripoli ditutup tiga hari pada Minggu setelah para pejuang Zintan, menguasainya dalam serangan para pegaris keras, yang diperkirakan menewaskan sembilan orang. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018