Kemdikbud Kerja Sama dengan UNICEF-IKEA Foundation Tingkatkan Kualitas Paud

id Muhadjir Effendy

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. (ANTARA FOTO)

Jakarta, (Antara Sumbar) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menjalin kerja sama dengan UNICEF dan IKEA Foundation untuk tingkatkan layanan pendkdkan anak usia dini (PAUD).

"Mewakili pemerintah, saya berterima kasih kepada IKEA Foundation yang menyampaikan bantuan sebesar 3 juta Dollar AS untuk membantu memberikan layanan terbaik di l00 PAUD dan TK di Kabupaten Bogor, dengan memperbaiki lingkungan PAUD agar aman dan nyaman bagi anak-anak usia dini," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di Jakarta, Rabu.

Kerja sama itu juga meningkatkan kualitas tumbuh-kembang melalui integrasi layanan kesehatan, gizi, perlindungan dengan metode pembelajaran berbasis bermain yang berfokus pada anak, serta meningatkan kapasitas guru, tenaga kependidikan, kelompok orang tua dan masyarakat.

PAUD memiliki peran penting dalam tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan. Secara khusus di bidang pendidikan juga ada kesepakatan internasional seperti Deklarasi Pendidikan 2030 di Incheon pada tahun 2015. Dalam kesepakatan itu, para menteri pendidikan di dunia berkomitmen mendorong adanya pendidikan pra-dasar wajib dan bebas biaya minimal satu tahun.

Mendikbud Muhadjir Effendy yang juga Presiden SEAMEO menyatakan prioritas Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO), yakni mencapai pendidikan universal bagi anak usia dini (PAUD). PAUD menjadi prioritas karena tidak banyak negara di Asia Tenggara yang peduli PAUD, seperti halnya Indonesia.

Dalam kepemimpinan Indonesia di SEAMEO diharapkan berdampak meningkatnya capaian kinerja yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan di kawasan ASEAN melalui program unggulan pendidikan bagi kawasan sekaligus memberikan peluang peningkatan kerja sama pendidikan bagi Indonesia.

"Rencana pembangunan Indonesia termasuk perkembangan pendidikan, kami tegaskan bahwa Indonesia menjamin pendidikan bagi seluruh warga sejak usia dini. Indonesia juga berkomitmen mendukung program SEAMEO dan merespons tuntutan global untuk lebih memperhatikan kebutuhan pendidikan dan kesehatan ibu dan anak," katanya.

Terdapat tujuh agenda utama SEAMEO hingga 2035, yaitu mencapai pendidikan universal bagi PAUD, mengatasi hambatan pendidikan inklusi, ketahanan dalam menghadapi keadaan darurat, mempromosikan pendidikan keahlian dan kejuruan serta pelatihan, revitalisasi pendidikan guru, harmonisasi pendidikan tinggi dan penelitian, dan adopsi kurikulum abad ke-2l.

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud Harris Iskandar menambahkan saat ini pemerintah telah melaksanakan gerakan nasional PAUD berkualitas untuk mendorong setiap anak usia dini mengikuti PAUD satu tahun pra-sekolah dasar.

"Tujuannya untuk mendukung terwujudnya wajib belajar 9 tahun berkualitas karena sejak usia dini anak-anak Indonesia mempunyai kesiapan belajar dan bersekolah," kata Harris.

Saat ini angka partisipasi kasar (APK) PAUD telah menunjukkan persentase yang cukup baik, yaitu 72,35 persen, walaupun masih ada yang di bawah rata-rata APK Nasional.

Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Kemdneikbud Ella Yulaelawati menambahkan dalam pengembangan pembinaan PAUD saat ini pihaknya tengah fokus mengembangkan model pembelajaran berbasis bermain.

"Pembelajaran di kelas selama ini lebih sering menggunakan strategi pembelajaran konvensional, dimana dalam strategi ini pembelajaran lebih difokuskan pada aspek hasil, secara individu, dan bersifat kompetitif. Ini sangat tidak pas dikembangkan di PAUD," ujar Ella. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar