Kamis, 23 Maret 2017 - 25 Jumadil Akhir 1438 H

Praveen/Debby Melaju ke Final Swiss Terbuka 2017

Ilustrasi. (ANTARA FOTO)
Jakarta, (Antara Sumbar) - Pasangan ganda campuran indonesia Praveen Jordan/Debby Susanto berhasil melaju ke partai final kejuaraan Swiss Terbuka 2017, setelah berhasil menumbangkan pasangan China Zhang Nan/Li Yinhui di semifinal, Sabtu (18/3) waktu setempat.

Dalam pertandingan semifinal yang dilangsungkan di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, yang dipantau dari tournamentsoftware di Jakarta, Minggu, Praveen/Debby menang dari pasangan nomor 10 dunia itu melalui partai tiga game berdurasi 59 menit dengan skor 17-21, 21-19 dan 21-16.

Di awal laga, pasangan China langsung tancap gas dengan memimpin dua poin, namun tidak butuh waktu lama, duet tanah air langsung mengumpulkan empat poin balasan untuk menjadikan skor 4-2 bagi Praveen/Debby.

Pasangan Merah Putih berperingkat delapan dunia tersebut terus memimpin perolehan poin hingga skor 8-5, namun duet China berhasil mengejar dan menyamakan poin.

Jelang waktu jeda interval game pertama, pertandingan ketat tersaji dengan dua kali poin seimbang terjadi di angka 9-9 dan 10-10, di fase tersebut pasangan China belum menyalip dan mengakhiri waktu interval untuk posisi unggul mereka dengan selisih satu poin.

Selepas jeda interval, Praveen/Debby mampu kembali menyalip dengan memperoleh tiga poin beruntun untuk merubah keudukan 13-10. Akan tetapi perolehan poin pasangan tanah air kembali dibayar oleh Zhang/Li dengan lima angka berturut-turut hingga skor menjadi 16-13 untuk pasangan China.

Terus mencoba kembali mengejar, usaha Praveen/Debby tidak cukup untuk bisa menyalip atau menyeimbangkan poin, hingga akhirnya Zhang/Li berhasil memenangkan game pertama.

Kalah di game pertama, Praveen/Debby langsung tancap gas dan unggul 4-0 atas Zhang/Li pada awal game, walau duet China berhasil memperkecil kedudukan bahkan hingga selisih satu angka di 7-6 dan 9-8, waktu interval game kedua menjadi milik pasangan Indonesia dengan skor 11-8.

Selepas jeda interval game kedua, gantian pasangan China yang tancap gas dengan berhasil mengumpulkan lima poin secara beruntun untuk menyalip poin wakil Indonesia menjadi 13-11.

Tidak butuh waktu lama, Praveen/Debby membalas dengan tiga poin beruntun sehingga kembali memimpin perolehan poin di 14-13. Selepas itu, pertandingan berlangsung ketat hingga akhir laga skor masih tipis 20-19, namun beruntung pasangan Indonesia berhasil mencapai angka 21 terlebih dahulu dan memaksakan rubber game.

Di game pamungkas kedua pasangan saling kejar-mengejar poin terjadi, namun pasangan China berhasil memimpin hingga di waktu interval dengan skor 11-8.

Selepas jeda interval, Praveen/Debby kembali menemukan gaya bermainnya dengan berhasil mengumpulkan empat angka secara beruntun hingga skor 12-11 bagi pasangan Indonesia.

Namun keadaan itu tidak berlangsung lama setelah pasangan China berhasil membayar kontan dengan empat poin beruntun hingga skor menunjukan 15-12 untuk Zhang/Li.

Akan tetapi, nampaknya kali ini dewi fortuna berpihak pada pasangan Indonesia, selepas keadaan tertinggal itu, Praveen/Debby berhasil mengumpulkan enam poin secara beruntun dan tidak mampu terkejar lagi oleh duet Negeri Tirai Bambu hingga berhasil mendapatkan game terakhir untuk terus melaju ke partai final.

Di partai puncak, Praveen/Debby akan menghadapi pasangan Thailand Dechapol Puavaranukhoh/Sapsiree Taerattanachai yang secara mengejutkan menghempaskan duet China peringkat satu dunia Zheng Siwei/Chen Qingchen 21-19, 13-21 dan 21-19.

Atas kemenangan Praveen/Debby, Indonesia berpeluang mencuri satu gelar juara dalam ajang berlevel Grand Prix Gold berhadiah total 120 ribu dolar AS ini, setelah sebelumnya dua semifinalis Indonesia lainnya di nomor berbeda, yaitu Fitriani (tunggal putri) dan Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra) gagal melaju ke final.

Fitriani gagal melaju ke partai final, setelah tumbang di pertandingan semifinal oleh wakil China Chen Xiaoxin 17-21 dan 19-21. Sementara Anthony Sinisuka Ginting harus menghentikan langkahnya, setelah dijegal oleh pemain senior asal China Lin Dan dalam dua game berdurasi 47 menit dengan skor 17-21 dan 17-21. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Azhari
         Hamparan hijau nan luas sejauh mata memandang ternyata bukan padang rumput, tapi kebun-kebun ...
Baca Juga